Berita

Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah/Net

Politik

Fahri Hamzah: Ide Besar Pembangunan IKN Perlu Narasi Utuh

JUMAT, 18 FEBRUARI 2022 | 22:15 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pemindahan Ibukota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur yang saat ini digencarkan pemerintah membutuhkan penjelasan utuh.

Sebab menilik sejarah, bangsa Indonesia bisa dikatakan tidak pernah merancang dan membangun Ibukota Negara (IKN), termasuk Jakarta.

Begitu dikatakan Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah dalam Webinar Moya Institute bertajuk “Urgensi Pemindahan Ibukota Negara dari Jakarta ke Nusantara ", Jumat (18/2).


"Pemindahan IKN adalah ide besar yang memerlukan penjelasan atau narasi yang komprehensif. Jika tidak, penuntasan ide besar tersebut akan terhambat," kata fahri Hamzah.

Mantan Wakil Ketua DPR RI ini melihat gagasan pemindahan IKN di era pemerintahan Presiden Joko Widodo terkesan spontan. Oleh karenanya, presiden membutuhkan sosok jurubicara mumpuni agar megaproyek tersebut benar-benar terlaksana.

Apalagi, IKN yang kini dilabeli "Nusantara" merupakan wajah negara yang mencerminkan Indonesia sebagai negara kepulauan dan mencakup memori sejarah nasional.

Bila IKN hanya membangun kota-kota biasa, maka hal itu sebenarnya sudah lama dilakukan oleh grup konglomerasi, seperti Bumi Serpong Damai, Meikarta, dan Bintaro.

"Seharusnya pembangunan IKN tidak sama. IKN harus berbasiskan pada ide besar tentang Indonesia, yang bisa diceritakan pada dunia. Harus ada ide besar dan narasi yang baik dan tepat," tandasnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya