Berita

Desain Ibukota Negara di Kalimantan Timur/Net

Politik

Bappenas: IKN Nusantara Menggeser Sentra Perekonomian agar Lebih Merata

JUMAT, 18 FEBRUARI 2022 | 21:13 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Persebaran penduduk dan pertumbuhan ekonomi selama 30 tahun terakhir hanya terpusat di Jawa, khususnya Jakarta.

Karena itu, pemindahan Ibukota Negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur menjadi salah satu solusi persebaran pertumbuhan ekonomi.

Demikian ditegaskan Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, Rudy S Prawiradinata dalam webinar Moya Institute bertajuk “Urgensi Pemindahan Ibukota Negara dari Jakarta ke Nusantara ", Jumat (18/2).


"Beberapa tahun terakhir, kontribusi dari pulau Jawa terhadap perekonomian nasional adalah 58,75 persen. Oleh karena itu, pemindahan IKN ini bertujuan untuk menggeser sentra perekonomian agar terjadi pemerataan," kata Rudy Prawiradinata.

Pemindahan IKN tersebut, ujar Rudy, sudah dirancang sejak tahun 2017. Pemindahan IKN juga akan diiringi dengan pengembangan klaster-klaster ekonomi untuk memicu terjadinya urbanisasi ke Kaltim.

"Pertumbuhan penduduk di IKN sampai 2045 diperkirakan mencapai 1,7 juta sampai dengan 1,9 juta jiwa,” lanjutnya.

Di tahun yang sama, pertumbuhan rata-rata investasi di IKN ditargetkan 11,9 persen. Sementara untuk keseluruhan wilayah Kaltim mencapai 4,2 persen.

"Penggerak ekonomi di IKN nantinya akan ditopang oleh Balikpapan dan Samarinda," tambah Rudy.

Dalam webinar yang sama, pemerhati politik dan isu-isu strategis, Prof Imron Cotan mengutip standar WHO terkait zona nyaman hunian bagi satu orang tercapai yakni 9 sampai 50 meter persegi.

Dengan jumlah penduduk 11,25 juta jiwa, Jakarta memerlukan ruang publik seluas sekitar 112,5 juta meter persegi. Angka ini mustahil karena luas wilayah Jakarta hanya sekitar 661,5 kilometer persegi.

"Pemindahan IKN dari Jakarta ke IKN Nusantara dapat mencegah ledakan demografis, yang berwujud social unrest tersebut," tutup mantan Dutabesar RI Untuk Australia dan China ini.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya