Berita

Sekolah TK di perbatasan Ukraina hancur akibat serangan separatis pro-Rusia/Net

Dunia

Separatis Pro-Rusia Serang TK di Perbatasan Ukraina Ketika Kelas Dimulai

JUMAT, 18 FEBRUARI 2022 | 10:32 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Serangan pasukan separatis yang didukung Rusia telah menargetkan sebuah sekolah TK di Kota Stanytsia Luhanska, garis depan wilayah Donbas.

Dari laporan Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE), terjadi beberapa insiden penembakan pada Kamis pagi (17/2). Akibatnya dinding sekolah TK berlubang dan tiga orang terluka.

Seorang guru dan satpam mengalami gegar otak. Militer Ukraina mengatakan 32 peluru mendarat di kota itu, juga melukai seorang prajurit .


Serangan terjadi ketika sekolah baru saja dimulai. Video menunjukkan puing-puing dan batu berserakan di area bermain.

"Anak-anak sedang sarapan saat gempa terjadi. Itu menghantam gym. Setelah sarapan, anak-anak mengikuti kelas olahraga. Jadi 15 menit lagi, dan semuanya bisa menjadi jauh, jauh lebih buruk," kata Natalia Slesareva kepada kantor berita AFP.

Slesareva mengatakan dia sedang bekerja di ruang cuci pada saat itu. Ledakan itu menghempaskan punggungnya ke pintu, dengan asap, debu, dan jendela pecah.

“Saya tidak bisa merasakan sisi kanan kepala saya. Semuanya berdering," lanjutnya.

Dimuat The Guardian, rudal kedua meninggalkan kawah kecil di dekat seluncuran anak-anak di taman bermain.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menyebut serangan tersebut merupakan provokasi.

"Sangat penting bahwa diplomat OSCE tetap berada di sana, kegiatan pemantauan mereka adalah pencegah tambahan. Kami membutuhkan mekanisme yang efektif untuk merekam semua pelanggaran gencatan senjata," cuitnya di Twitter.

Situasi di wilayah timur tampaknya memburuk dengan cepat, denagn militan yang didukung Rusia telah menggunakan tank dalam operasi tersebut.

Dalam beberapa bulan terakhir konflik tingkat rendah ini relatif tenang karena Rusia telah memindahkan 150.000 tentara ke perbatasan Ukraina.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Jutaan Orang Tak Sadar Terkena Diabetes

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:17

Kejati Sumut Lepaskan Tersangka Penadahan Laptop

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:00

Sektor Energi Indonesia Siap Menggebrak Melalui Biodisel 50 Persen dan PLTN

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:35

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

Pasal Pembuka, Pasal Pengunci

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:21

Eggi Sudjana Perburuk Citra Aktivis Islam

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:19

Pratikno dan Jokowi Harus Dihadirkan di Sidang Sengketa Ijazah KIP

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:03

Dugaan Pengeluaran Barang Ilegal di Cileungsi Rugikan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:45

Eggi Sudjana Konsisten Meyakini Jokowi Tak Punya Ijazah Asli

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:15

Selengkapnya