Berita

Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin/RMOL

Dunia

Dubes Ukraina: Cukup Alasan untuk Mengkhawatirkan Serangan Rusia

JUMAT, 18 FEBRUARI 2022 | 08:09 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Federasi Rusia telah menarik pasukan dari perbatasan negara itu dengan Republik Ukraina dan menghentikan latihan perang. Rusia juga mengatakan, pihaknya tidak punya rencana menyerang Ukraina, sebaliknya cerita mengenai rencana serangan ke Ukraina itu adalah tuduhan NATO untuk merusak reputasi dan kepercayaan dunia pada Rusia.

Pemerintahan Vladimir Putin di Moskow bisa berkata apa saja mengenai serangan yang “batal” dilakukan itu. Namun yang jelas, sejarah mencatat bahwa Rusia telah beberapa kali menginvasi negara tetangga.

Tahun 2014 Rusia menginvasi Krimea dan Sevastopol, dan sampai sekarang masih menguasai teritori Krimea itu.


Sebelumnya, di tahun 2008, Rusia lebih dahulu menginvasi Georgia dan menduduki Ossetia dan Abkhazia. Sebelumnya lagi, pada kurun 1992 sampai 1993, tak lama setelah Uni Soviet bubar, Rusia menginvasi Moldova dan menduduki Bessarabia dan Bukovina yang merupakan teritori Moldova.

Demikian antara lain diuraikan Duta Besar Ukraina Vasyl Hamianin ketika berbicara dengan CEO RMOL Network Teguh Santosa di kantornya di Gran Rubina Business Park, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis sore (17/2).

“Jangan lupakan (invasi Rusia di) Georgia dan Moldova. Pada 2008, mereka (Rusia) melakukan hal yang sama pada Georgia. Pada 1992-1993, hal serupa juga terjadi pada Moldova, dan hingga kini ada bagian dari Moldova yang tidak berada di bawah kontrol pemerintah Moldova," jelasnya.

"Cukup alasan untuk mengkhawatirkan serangan Rusia," tandasnya.

Dubes Hamianin juga mengingatkan operasi militer Rusia untuk menindas  pejuang Chechnya yang ingin memerdekakan diri.

Menjawab pertanyaan apa yang akan dilakukan Ukraina untuk mengembalikan wilayah mereka yang diduduki Rusia, Dubes Hamianin mengatakan, pemerintah Ukraina tidak akan memilih jalan perang. Penambahan kapasitas militer Ukraina belakangan ini adalah respon atas kehadiran pasukan Rusia di perbatasan.

Secara umum ada dua langkah strategis yang dilakukan Ukraina untuk mendapatkan kembali Krimea dan Sevastopol. Pertama, meningkatkan diplomasi, termasuk mencari dukungan dari banyak negara di dunia. Serta kedua, membangun Ukraina sebaik mungkin, sehingga rakyat di wilayah Ukraina yang sekarang diduduki Rusia akan meminta untuk kembali ke Ukraina.

“Ini yang akan kami lakukan. Kalau kami bertempur, akan banyak orang yang mati,” ujar Dubes Hamianin lagi.

Dia juga mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih pada dukungan NATO, negara-negara Eropa, Amerika Serikat, dan Kanada serta seluruh sahabat Ukraina yang telah memberikan dukungan.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Jutaan Orang Tak Sadar Terkena Diabetes

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:17

Kejati Sumut Lepaskan Tersangka Penadahan Laptop

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:00

Sektor Energi Indonesia Siap Menggebrak Melalui Biodisel 50 Persen dan PLTN

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:35

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

Pasal Pembuka, Pasal Pengunci

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:21

Eggi Sudjana Perburuk Citra Aktivis Islam

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:19

Pratikno dan Jokowi Harus Dihadirkan di Sidang Sengketa Ijazah KIP

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:03

Dugaan Pengeluaran Barang Ilegal di Cileungsi Rugikan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:45

Eggi Sudjana Konsisten Meyakini Jokowi Tak Punya Ijazah Asli

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:15

Selengkapnya