Berita

Ketua Panja Penyelamatan Garuda, Martin Manurung/Net

Politik

DPR Resmi Bentuk Panja Penyelamatan Garuda, Ini yang Akan Dilakukan

KAMIS, 17 FEBRUARI 2022 | 11:33 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Panitia Kerja (Panja) Penyelamatan Garuda Indonesia akhirnya dibentuk setelah mayoritas fraksi di Komisi VI DPR RI setuju.

Ketua Panja Penyelamatan Garuda, Martin Manurung mengatakan, Panja ini tidak hanya mendalami permasalahan manajemen di tubuh maskapai penerbangan plat merah tersebut, tetapi juga untuk mendalami opsi-opsi yang ditawarkan pemerintah.

"Pada prinsipnya, Panja Penyelamatan Garuda tindak lanjut dari tiga kali Raker yang sudah dilakukan Komisi VI, baik bersama Pak Menteri BUMN, Pak Wakil Menteri, dan jajaran Direksi Garuda Indonesia," ujar Martin dalam keterangannya, Kamis (17/2).


Wakil Ketua Komisi VI tersebut mengatakan, Panja juga merupakan bentuk dukungan politik Komisi VI DPR terhadap Garuda Indonesia agar tetap bertahan.

"Kita ingin Garuda Indonesia sebagai national flag carrier kita untuk bisa tetap mengudara, untuk bisa terbang sebagai maskapai kebanggaan nasional kita," kata Martin.

Ketua DPP Partai Nasdem itu juga menjelaskan bahwa untuk saat ini Panja masih belum bisa menyampaikan banyak hal terkait Garuda kepada publik, mengingat masih dalam proses negosiasi dengan para lessor (perusahaan yang menyediakan jasa persewaan pesawat).

"Saya pikir itu yang bisa kami sampaikan dulu saat ini, karena memang masih banyak informasi-informasi yang masih belum bisa kami sampaikan kepada publik, karena terkait dengan proses negosiasi yang sekarang masih berlangsung," tandasnya.

Sementara itu, Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengapresiasi keputusan Komisi VI DPR RI untuk membentuk panja penyelamatan Garuda Indonesia.

Kartika juga mengungkapkan beberapa hal yang akan dibahas oleh pihaknya saat raker bersama panja tersebut.

"Intinya dalam Raker kami membahas secara detail mengenai business plan dan prospek Garuda kedepan karena kita ingin memberikan paparan mengenai bagaimana garuda ini bertransformasi," kata Kartika.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya