Berita

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Maria Zakharova/Net

Dunia

Rusia: Hentikan Histeria tentang Invasi! Keamanan Eropa dan Penyelesaian Damai di Dombas akan Sangat Terganggu

KAMIS, 17 FEBRUARI 2022 | 07:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Rusia untuk yang kesekian kalinya mendesak negara-negara Barat agar berhenti menggaungkan anti-Rusia dan mengobarkan histeria tentang invasi yang sesungguhnya tidak ada.

Krisis Ukraina hanya ciptaan Barat untuk kepentingan politik. Menyebarkan kabar soal invasi hanya menimbulkan kepanikan yang akan berimbas pada keamanan Eropa.

"Ujung-ujungnya, penyelesaian damai di Donbass pun ikut terganggu," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Maria Zakharova pada konferensi Rabu (16/2).


“Kami juga mendesak mereka untuk berhenti memompa Kiev dengan senjata. Tindakan ini berdampak negatifterhadap situasi di jalur keamanan dan stabilitas di Eropa," katanya.

Histeria yang dipicu oleh Barat memberikan tekanan psikologis dan moral yang serius pada penduduk Ukraina.

Zakharova pun mencatat pernyataan Presiden Volodymyr Zelensky yang mengatakan kepada warganya bahwa Ukraina sedang diintimidasi oleh perang besar.

"Ini bukan kami yang melakukan (intimidasi tersebut). Dengan mengatakan bahwa akan ada invasi pada tanggal yang ia sebutkan, itu saja sudah merupakan intimidasi kepada rakyatnya sendiri. Jadi bukan kami. Justru kami mengatakan sebaliknya, kami tidak melakukan invasi dan kami tidak memiliki rencana seperti itu," jelasnya. Menambahkan bahwa pengerahan pasukan di perbatasan adalah dalam rangka lahitan militer bersama Belarusia.

Negara-negara Barat berulangkali menggaungkan dugaan bahwa Rusia melakukan invasi ke Ukraina. Tuduhan itu sekaligus lengkap dengan mencantumkan tanggal.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Anak SMA Peserta Cerdas Cermat MPR Ramai-ramai Dibully Juri dan MC

Senin, 11 Mei 2026 | 14:27

UPDATE

Puan: APBN 2027 Harus Jadi Instrumen Nyata untuk Sejahterakan Rakyat

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:19

28 Tahun Reformasi, Kekuasaan Harus Berjalan Independen

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:18

Prabowo Minta Menkeu Segera Ganti Pimpinan Bea Cukai Bermasalah

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:08

Bitcoin Depot Bangkrut, Hampir 10 Ribu ATM Ditutup

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:07

Pemerintah Harus All Out Bebaskan WNI yang Ditahan Israel

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:01

Rupiah Melemah, UMKM dan Hilirisasi Industri Harus Diperkuat

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:46

Prabowo: Rakyat Tidak Mimpi Kaya Raya, Asal Bisa Hidup Layak dan Sejahtera

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:42

Kenaikan Penerimaan Pajak Jangan Bikin Terlena

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:38

Sah! Prabowo Wajibkan Ekspor Sawit Hingga Batu Bara Satu Pintu Lewat BUMN

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:33

Fatayat NU Ajak Kader Perempuan Lebih Percaya Diri di Ruang Publik

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:32

Selengkapnya