Berita

Ketua Umum Partai Rakyat, Arvindo Noviar/Ist

Politik

Polemik Ceramah Wayang, Ketum Partai Rakyat Sarankan Ustaz Khalid Tidak Perlu Dilaporkan Polisi

SELASA, 15 FEBRUARI 2022 | 16:14 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Polemik ceramah Ustaz Khalid Basalamah yang menyarankan agar wayang dimusnahkan lantaran hukumnya haram dalam Islam dinilai tidak perlu dibawa ke ranah hukum.

Ketua Umum Partai Rakyat, Arvindo Noviar mengatakan, apa yang disampaikan Ustaz Khalid mengesankan bahwa dirinya tidak benar-benar paham dalam membedakan agama dan budaya.

Oleh karenanya, ia menyarankan agar persoalan tersebut tidak perlu dilaporkan kepada pihak kepolisian.


“Ustaz-ustaz seperti ini tidak bisa membedakan mana urusan syariat mana urusan budaya. Saya berdoa kepada Allah, mudah-mudahan Islam yang mandeg begitu tidak menghinggapi generasi masa depan Indonesia," kata Arvindo dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Selasa (15/2).

Selain itu, laporan kepada pihak kepolisian juga tidak perlu dilakukan selama sang ulama tidak berpikiran atau bertindak radikal.

Soal budaya, Arvindo mencontohkan gamis, sorban, siwak, wewangian gaharu, dan sejenisnya adalah budaya, sama nilainya dengan kemeja, kupluk, sikat gigi, kemenyan/dupa.

"Silakan lakukan, tapi jangan jadikan itu sebagai syariat yang wajib," urainya.

Namun demikian, ia tidak menampik bahwa budaya, teknologi, dan ijtihad dibutuhkan untuk mengaplikasikan Islam.

"Artinya, wayang adalah juga budaya yang bisa dijadikan metodologi dalam menyebarkan nilai-nilai Islam,” tambahnya.

Ustaz Khalid sendiri telah menyampaikan permintaan maaf atas ceramahnya yang diunggah di kanal YouTube pribadinya beberapa waktu lalu. Dalam klarifikasinya, ia mengaku tidak secraa gamblang menyebut wayang haram, melainkan hanya menyampaikan saran.

"Pada saat ditanyakan masalah wayang, saya mengatakan alangkah baiknya dan kami sarankan agar menjadikan Islam sebagai tradisi, jangan menjadikan tradisi sebagai Islam. Dan tidak ada kata-kata saya di situ mengharamkan." kata Ustaz Khalid dalam klarifikasi yang diunggah di kanal Basalamah Official.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya