Berita

Rektor Universitas Jenderal Ahmad Yani Hikmahanto Juwana/ Net

Dunia

Hikmahanto Juwana: Berdampak Negatif bagi Keamanan Dunia, Konflik Bersenjata di Ukraina Harus Dihindari

SELASA, 15 FEBRUARI 2022 | 13:40 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Dalam beberapa hari terakhir ketegangan di Ukraina terus memuncak. Sejumlah pengamat bahkan penasihat keamanan memprediksi konflik bersenjata akan segera pecah.

Menurut Rektor Universitas Jenderal Ahmad Yani Hikmahanto Juwana, upaya diplomasi telah dilakukan banyak pihak. Tujuannya, agar menghindari konflik bersenjata antarnegara.

Namun demikian, Hikmahanto menyayangkan sikap PBB yang nampak tidak bergeming.


"Sayangnya dalam situasi seperti ini peran Perserikatan Bangsa-Bangsa, khususnya Dewan Keamanan, tidak sentral,” ucap Hikmahanto kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (15/2).

Guru besar hukum internasional UI ini menambahkan, Dewan Keamanan PBB seharusnya dapat mengoptimalkan perannya dalam mencegah konflik bersenjata di Ukraina.

“Intinya membuka dialog atau diplomasi antarnegara yang memilki kepentingan dan berpotensi berhadap-hadapan saat konflik bersenjata pecah,” ucapnya.

Di samping itu, lanjut Hikmahanto, masyarakat Ukraina dan Rusia perlu diberi kesempatan untuk mengungkap aspirasi mereka. Dengan demikian, apa yang diinginkan oleh masyarakat dapat diketahui. Tidak hanya para politisi dan pengambil kebijakan semata.

“Bila perlu ada pemimpin negara ketiga yang tidak terafiliasi ke Rusia, Amerika Serikat, Ukraina ataupun NATO yang mau menjadi mediator sehingga terhindar salah tafsir ucapan atau tindakan dari pemimpin yang satu terhadap pemimpin yang lainnya,” tegasnya.

Dia mengatakan, konflik Ukraina ini harus dihindari agar tidak berdampak negatif pada stabilitas keamanan dunia.

"Konflik bersenjata harus dihindari mengingat konsekuensi bila meletus bisa sangat luar biasa terhadap eksistensi dunia. Dunia harus menganggap ketegangan Ukraina sebagai ancaman besar terhadap perdamaian internasional,” demikian Hikmahanto.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

UPDATE

Waspada Pemutihan Lahan Sawit Ilegal Secara Massal!

Rabu, 21 Januari 2026 | 07:48

Pertemuan Eggi-Damai Lubis dengan Jokowi Disebut Diplomasi Tingkat Tinggi

Rabu, 21 Januari 2026 | 07:23

Sudewo Juga Tersangka Suap Jalur Kereta Api, Kasus Pemerasan Jadi Pintu Masuk

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:52

Damai Lubis Merasa Serba Salah Usai Bertemu Jokowi dan Terima SP3

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:52

Putusan MK 234 Koreksi Sikap Polri dan Pemerintah soal Polisi Isi Jabatan Sipil

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:48

Khofifah: Jawa Timur Siap jadi Lumbung Talenta Digital Nasional

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:25

The Game Changer Kedua

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:59

Persiden Cabut Izin 28 Perusahaan, Kinerja Kemenhut Harus Tetap Dievaluasi

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:45

Evakuasi Korban Pesawat Jatuh

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:20

Pemerintah Diminta Perbaiki Jalan Rusak di Akses Vital Logistik

Rabu, 21 Januari 2026 | 04:59

Selengkapnya