Berita

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres/Net

Dunia

Berbicara dengan Rusia dan Ukraina, Sekjen PBB: Kami Tidak Menerima Perang

SELASA, 15 FEBRUARI 2022 | 09:13 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengambil peran untuk meredakan ketegangan yang semakin memanas antara Rusia dan Ukraina.

Pada Senin (14/2), Guterres melakukan dialog secara terpisah dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba.

Dalam konferensi pers di markas besar PBB pada hari yang sama, Guterres mengaku sangat khawatir dengan meningkatnya ketegangan dan ketakutan konflik di Eropa Timur.


"Harga penderitaan manusia, kehancuran dan kerusakan pada keamanan Eropa dan global terlalu tinggi untuk dipikirkan. Kami tidak bisa menerima bahkan kemungkinan konfrontasi yang membawa bencana seperti itu," ujar Guterres, seperti dikutip Anadolu Agency.

Guterres juga menekankan bahwa tidak ada alternatif untuk diplomasi dan mengakhiri pidatonya.

"Jangan gagal untuk perdamaian," tekannya.

Kuleba mengkonfirmasi pembicaraannya dengan Guterres di Twitter. Ia mengatakan mereka berbicara tentang cara-cara untuk mengurangi "krisis keamanan yang diciptakan oleh Rusia".

"Diplomasi adalah satu-satunya cara yang bertanggung jawab. Yakin bahwa PBB dapat dan harus mengambil bagian aktif dalam upaya diplomatik oleh Ukraina dan mitra untuk mengurangi ketegangan," kata Kuleba.

Pada Jumat (12/2), Penasihat Keamanan Nasional Presiden AS Joe Biden Jake Sullivan memperingatkan serangan segera dari Rusia terhadap Ukraina, dan mendesak warga Amerika untuk meninggalkan negara itu dalam 48 jam.

Beberapa laporan juga mengklaim Rusia dapat menyerang Ukraina pada hari Rabu (16/2).

Moskow baru-baru ini mengumpulkan lebih dari 100.000 tentara di dekat Ukraina, memicu kekhawatiran bahwa Kremlin dapat merencanakan serangan militer terhadap Ukraina.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Jutaan Orang Tak Sadar Terkena Diabetes

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:17

Kejati Sumut Lepaskan Tersangka Penadahan Laptop

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:00

Sektor Energi Indonesia Siap Menggebrak Melalui Biodisel 50 Persen dan PLTN

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:35

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

Pasal Pembuka, Pasal Pengunci

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:21

Eggi Sudjana Perburuk Citra Aktivis Islam

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:19

Pratikno dan Jokowi Harus Dihadirkan di Sidang Sengketa Ijazah KIP

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:03

Dugaan Pengeluaran Barang Ilegal di Cileungsi Rugikan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:45

Eggi Sudjana Konsisten Meyakini Jokowi Tak Punya Ijazah Asli

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:15

Selengkapnya