Berita

Ilustrasi

Nusantara

Jatah Pupuk Subsidi untuk Petani Batang Tak Sesuai Usulan

SENIN, 14 FEBRUARI 2022 | 20:39 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Alokasi pupuk subsidi 2022 di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, belum sesuai Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) dari 72.444 petani.

"Memang jumlah yang kami usulkan tidak sesuai dengan alokasi pupuk subsidi yang turun," ujar Kabid Tanaman Pangan, Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Batang, Johan Rudi dikutip Kantor Berita RMOLJateng, Senin (14/2).

Dikatakan Johan, jenis pupuk subsidi antara lain Urea, ZA, NPK, SP36, pupuk organik granol dan juga pupuk organik cair. Ada ketimpangan antara usulan dan jatah pada petani.


Rinciannya, alokasi jatah pupuk urea 13.712 ton dari usulan 18 ribu ton. NPK mendapatkan 7.944 ton dari usulan 23 ribu ton.

Lalu, pupuk SP36 Batang mendapatkan jatah 668 ton dari usulan 744 ton. Pupuk ZA Batang menerima 1.052 ton dari usulan 1.084 ton.

Pupuk organik Granol dialokasikan 7.340 ton dari usulan 17.408 ton. Terakhir Pupuk organik cair 1.300 liter dari usulan sebanyak 29 ribu liter.

"Meski tidak sesuai usulan, tapi nilai subsidi justru naik. Pada 2021, nilai subsidi Rp 63 miliar. Tahun ini mencapai Rp 125 miliar," ucap Johan.

Ia mengatakan nilai subsidi membengkak karena harga pupuk non subsisi lebih tinggi dibanding tahun lalu. Di sisi lain, harga pupuk subsidi masih sama tiap tahun.

Contohnya harga NPK subsidi dijual Rp 2.300 per kilogramnya. Lalu, harga normal NPK mencapai Rp 12.500 per kilogram. Nilai subsidi mencapai Rp 10.200 per kilogram.

Untuk Harga Eceran Tertinggi (HET) Urea subsidi Rp 2.250 per kilogram. Sedangkan SP36 Rp 2.400 per kilogram, ZA Rp 1.700 per kilogram, NPK Rp 2.300 per kilogram, pupuk organik granul Rp 800 per kilogram, dan pupuk organik cair Rp 20 ribu per liter.

"Kalau ada pelanggaran dan alokasi pupuk subsidi yang tidak tepat sasaran kami mohon masyarakat bisa melapor," pungkasnya.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya