Berita

Rekaan rute invasi skala penuh Rusia ke Ukraina/Net

Dunia

Ini Dia Beberapa Keuntungan yang Diincar AS dengan Menciptakan Ketegangan di Ukraina

SENIN, 14 FEBRUARI 2022 | 13:26 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Para pengamat China buka suara menyoroti klaim terus-menerus dari Amerika bahwa Rusia sedang merencanakan invasi ke Ukraina, sementara Moskow terus menyangkalnya dan menuduh Washington menyebarkan ketakutan melalui disinformasi.

Dimuat Global Times pada Minggu (13/2), analis China mengatakan bahwa Amerika sengaja menjaga krisis agar tetap intens demi meraup sejumlah keuntungan.

Di antaranya, melegitimasi kehadiran militernya di Eropa dengan mengutuk Rusia dan meracuni hubungan Rusia-Uni Eropa.  Lalu meningkatkan ketidakpastian dan kekhawatiran untuk membahayakan ekonomi zona euro sehingga akan ada lebih banyak pelarian modal dari benua ke AS dan dengan demikian mengurangi tekanan inflasi AS. Serta menggunakan ketegangan untuk menimbulkan masalah bagi hubungan China-Rusia.


Dengan kata lain, AS mengorbankan keamanan Ukraina untuk menjalankan strateginya sendiri untuk bersaing dengan Rusia.

Jin Canrong, associate dekan School of International Studies di Renmin University of China punya pendapat mengenai sikap Washington atas ketegangan di Eropa.
"Sama sekali tidak perlu bagi Rusia untuk menyerang Ukraina pada tahap ini kecuali jika Ukraina meluncurkan serangan terhadap Krimea atau wilayah Ukraina Timur terlebih dahulu,"  kata Jin.
Namun, Washington terus melakukan upaya besar untuk menyebarkan informasi tentang 'invasi Rusia' dalam beberapa bulan terakhir, meskipun informasi terdengar sangat tidak realistis dan berbahaya bagi situasi.

"Jadi AS melakukan ini untuk alasannya sendiri," kata Jin.

Senada Jin, Li Haidong, seorang profesor dari Institut Hubungan Universitas Luar Negeri China mengatakan Amerika sedang mencari keuntungan demi mendatangkan para pemodal Eropa.

"Analisis yang paling masuk akal adalah bahwa situasi yang memburuk dapat membuat para pemodal Eropa mencari tempat berlindung yang aman di AS, dan ini dapat mengurangi tekanan AS terhadap inflasi, seperti yang telah dilakukan AS sebelumnya," kata Li.

"Tapi ibu kota Eropa sudah matang, dan tidak ada tanda-tanda transfer modal besar ke pasar AS, jadi mungkin inilah mengapa AS berupaya meningkatkan ketegangan," sambung Jin.  

Mengutkan militer untuk menjaga perbatasannya tanpa perlu menyerang Ukraina adalah pilihan terbaik bagi Rusia saat ini.  Moskow perlu membuat NATO merasakan risikonya dan tidak ingin Ukraina bergabung dengan NATO.
Perang panas akan menghancurkan segalanya. Baik Moskow maupun Kiev tidak mampu menghadapi skenario yang tidak terduga seperti itu.

“Ada kemungkinan jika Moskow dan Kiev sama-sama tenang, AS akan menggunakan proxy-nya, seperti LSM atau agen di Ukraina untuk membuat masalah baru atau memicu konflik antara Rusia dan Ukraina. Ini yang perlu kita perhatikan, bukan daripada mengkhawatirkan apa yang disebut 'invasi Rusia' yang digembar-gemborkan oleh AS," kata Jin.
Analis mengatakan tidak ada pihak yang dapat menanggung konsekuensi dari situasi di luar kendali secara total, dan jika konflik pecah, AS tidak akan menjadi pihak yang kalah, dan bahkan dapat diuntungkan jika konflik tetap terbatas.

Dalam skenario ini, akan merugikan Ukraina dan tetangganya, sehingga Washington yang berpotensi menyambut konflik, bukan Moskow, Kiev, Paris, atau pihak lain.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Anak SMA Peserta Cerdas Cermat MPR Ramai-ramai Dibully Juri dan MC

Senin, 11 Mei 2026 | 14:27

UPDATE

Puan: APBN 2027 Harus Jadi Instrumen Nyata untuk Sejahterakan Rakyat

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:19

28 Tahun Reformasi, Kekuasaan Harus Berjalan Independen

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:18

Prabowo Minta Menkeu Segera Ganti Pimpinan Bea Cukai Bermasalah

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:08

Bitcoin Depot Bangkrut, Hampir 10 Ribu ATM Ditutup

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:07

Pemerintah Harus All Out Bebaskan WNI yang Ditahan Israel

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:01

Rupiah Melemah, UMKM dan Hilirisasi Industri Harus Diperkuat

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:46

Prabowo: Rakyat Tidak Mimpi Kaya Raya, Asal Bisa Hidup Layak dan Sejahtera

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:42

Kenaikan Penerimaan Pajak Jangan Bikin Terlena

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:38

Sah! Prabowo Wajibkan Ekspor Sawit Hingga Batu Bara Satu Pintu Lewat BUMN

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:33

Fatayat NU Ajak Kader Perempuan Lebih Percaya Diri di Ruang Publik

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:32

Selengkapnya