Berita

Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban/Net

Dunia

PM Hungaria: Invasi Rusia ke Ukraina Bisa Lahirkan Ratusan Ribu Pengungsi

MINGGU, 13 FEBRUARI 2022 | 10:20 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban memperingatkan akan adanya gelombang pengungsi baru jika Rusia menginvasi Ukraina.

Dalam pidato tahunnya pasa Sabtu (12/2), pemimpin populis sayap kanan itu mendesak resolusi ramai untuk menyelesaikan ketegangan antara Rusia dan Ukraina.

Orban mengatakan, kepentingan nasional Hongaria adalah menghindari perang yang bisa menyebabkan ratusan ribu orang mengungsi dari Ukraina. Pada akhirnya, situasi ini bisa mengganggu ekonomi.


Orban juga mengkritik rencana Uni Eropa yang menggunakan sanksi terhadap Rusia.

“Sanksi, kebijakan hukuman, ceramah atau jenis arogansi lainnya dari negara-negara besar tidak berfungsi,” kata Orban, seperti dikutip Reuters.

Orban, yang telah memimpin Hungaria sejak 2010, dikenal memiliki hubungan terdekat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin daripada pemimpin Eropa mana pun.

Dalam pertemuan dengan Putin di Kremlin pekan lalu, Orban melobi untuk meningkatkan pengiriman gas dari Rusia dan memuji peningkatan kerjasama negaranya dengan Moskow di bidang energi, perdagangan, dan keamanan.

Hungaria juga telah memblokir pertemuan tingkat menteri antara Ukraina dan NATO mengenai UU bahasa Ukraina yang menurut Budapest melanggar hak-hak etnis minoritas Hongaria di Ukraina barat.

Hungaria pun telah menolak untuk menerima bala bantuan militer dari NATO dan Amerika Serikat yang telah dimobilisasi di beberapa negara Eropa Timur lainnya sebagai tanggapan atas penumpukan pasukan Rusia di sepanjang perbatasan Ukraina.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya