Berita

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken/Net

Dunia

AS Buka Kedubes di Kepulauan Solomon, Upaya Cegah Perluasan Militer China

MINGGU, 13 FEBRUARI 2022 | 09:47 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amerika Serikat (AS) akan membuka kedutaan besar di Kepulauan Solomon yang dinilai sebagai tanggapan atas pengaruh China yang semakin besar di Pasifik.

Hal itu diumumkan oleh Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken ketika menghadiri pertemuan puncak Forum Kepulauan Pasifik (PIF) secara virtual dari Fiji pada Sabtu (12/2).

Biden mengatakan Washington berkomitmen untuk memberikan lebih banyak dukungan diplomatik dan keamanan ke Pasifik.


"Fiji dan semua negara Kepulauan Pasifik adalah bagian penting dari kawasan Indo-Pasifik," kata Blinken pada konferensi pers dengan penjabat Perdana Menteri Fiji Aiyaz Sayed-Khaiyu, seperti dikutip Reuters.

Sayed-Khaiyu mencatat bahwa Fiji dan negara-negara Pasifik lainnya adalah penjaga benua samudera terbesar di dunia, yang sangat penting bagi kesejahteraan semua orang di dunia.

"Meskipun demikian, Fiji dan negara tetangga kecil kami kadang-kadang merasa, meminjam istilah Amerika, seperti negara layang," ujarnya.

Blinken terbang ke Fiji setelah menghadiri pertemuan Quad di Melbourne.

Dalam briefing penerbangan ke Fiji, seorang pejabat senior pemerintah AS mengatakan kepada wartawan bahwa ada indikasi yang sangat jelas bahwa China ingin menciptakan hubungan militer di Pasifik.

"Kasus yang paling mendesak saat ini adalah apa yang terjadi di Kepulauan Solomon. Dengan personel keamanan China melawan presiden yang semakin terkepung dengan cara yang telah menyebabkan banyak kecemasan di seluruh wilayah," kata pejabat itu.

Kepulauan Solomon mengalihkan kesetiaan diplomatiknya ke China dari Taiwan pada 2019.

Pada November, protes kekerasan meletus di ibu kota Kepulauan Solomon, Honiara, setelah Perdana Menteri Manasseh Sogavare menolak berbicara dengan pengunjuk rasa yang menentang peralihan diplomatik ke Beijing.

Sekitar 200 polisi dan tentara dari Australia, Selandia Baru, Fiji dan Papua Nugini tiba di Honiara beberapa hari setelah kerusuhan, atas permintaan Sogavare.

China kemudian mengirim penasihat polisi untuk membantu melatih polisi Solomon, dan peralatan termasuk perisai, helm, dan pentungan.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya