Berita

Unjuk rasa persatuan warga Ukraina atas kemungkinan invasi Rusia/Getty Images

Dunia

Dugaan Invasi Rusia Makin Kuat, Warga Ukraina Satukan Kekuatan: Kami Akan Melawan

MINGGU, 13 FEBRUARI 2022 | 06:55 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Jalan-jalan di ibukota Kiev dibanjiri ribuan warga yang melakukan unjuk rasa persatuan di tengah kekhawatiran kemungkinan invasi Rusia ke Ukraina dalam waktu dekat.

"Ukraina akan melawan", "Penjajah harus mati", hingga "Katakan TIDAK pada Putin" menjadi slogan-slogan yang terpampang di spanduk-spanduk yang mereka bawa sembari berjalan di pusat ibukota pada Sabtu (12/2).

Unjuk rasa dilakukan meski Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berusaha menenangkan warga dan meminta mereka tidak panik.


Ketika menghadiri sesi latihan polisi pada hari yang sama, Zelensky menyebut serangan Rusia dapat terjadi kapan saja. Tetapi ia menolak kemungkinan perang besar terjadi.

“Sahabat terbaik dari musuh kita adalah kepanikan. Semua informasi ini hanya memprovokasi kepanikan dan tidak dapat membantu," ujarnya, seperti dikutip INews.

Zelensky menuturkan, sejak Rusia menganeksasi Krimea pada 2014, Ukraina telah bersiap setiap hari.

“Saya tidak bisa setuju atau tidak setuju dengan apa yang belum terjadi. Sejauh ini, tidak ada perang skala penuh di Ukraina. Kami harus siap setiap hari," jelasnya.

Informasi intelijen menunjukkan Rusia siap menginvasi Ukraina dalam waktu dekat. Para pejabat AS telah memperingatkan lagi bahwa peningkatan serangan udara, darat dan laut Rusia di dekat Ukraina telah mencapai titik di mana Moskow dapat menyerang dalam waktu singkat.

Hal itu juga mendorong Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mempercepat jadwal untuk menelepon Presiden Rusia Vladimir Putin.

Putin ingin panggilan telepon dilakukan pada Senin (14/2), tetapi Biden mendorong agar itu diadakan lebih cepat.

AS, bersama sejumlah negara lain seperti Inggris, Kanada, hingga Selandia Baru telah meminta warganya untuk meninggalkan Ukraina. Washington juga telah memerintahkan sebagian besar staf kedutaan Kiev untuk meninggalkan negara itu.

Selain itu, sekitar 150 tentara dari Garda Nasional Florida yang berada di Ukraina untuk membantu melatih pasukan Ukraina meninggalkan negara itu karena ancaman invasi Rusia meningkat.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya