Berita

Kampung Kauman, Solo/Net

Nusantara

Dukung Ekosistem Halal, MES Luncurkan Program Pengembangan Kampung Kauman Solo

JUMAT, 11 FEBRUARI 2022 | 22:16 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pengembangan industri halal di Indonesia semakin pesat dengan pembentukan ekosistem halal yang terintegrasi secara end-to-end.

Salah satu daerah yang memiliki potensi besar memiliki ekosistem halal adalah Kampung Kauman Solo. Kendati untuk mewujudkan hal itu, perlu adanya pemberdayaan secara menyeluruh.

Dalam hal ini, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) didukung oleh mitra-mitra strategis meluncurkan Program Pengembangan UMKM Sektor Kuliner Berbasis Ekosistem dan Kearifan Lokal di Kampung Kauman Solo secara virtual pada Jumat (11/2).


Melalui sambutannya, Wakil Menteri BUMN I yang juga merupakan Ketua VI Pengurus Pusat MES, Pahala Nugraha Mansury menyoroti besarnya potensi ekonomi syariah.

Ia menyebut ekonomi syariah memiliki potensi yang sangat besar dengan nilai spanding mencapai 1,9 triliun dolar AS, dengan 60 persen di antaranya disumbang oleh pengeluaran makanan dan minuman.

Hal ini juga senada dengan kontribusi sektor makanan dan minuman menyumbang 36,4 persen dari total PDB nasional. Untuk itu program ini sangat sejalan dengan kesempatan dan potensi yang ada Pahala mengatakan bahwa Thailand sampai dengan saat ini bahkan mengklaim visi sebagai The World Halal Kitchens atau Dapur Halal Global.

"Indonesia tentunya jangan sampai kalah dengan apa yang sudah dilakukan oleh Thailand, karena Indonesia seperti kita ketahui merupakan negara dengan jumlah populasi Muslim yang terbesar di dunia," ujar Pahala, seperti dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi.

Demi mencapai hal tersebut, ia menekankan pentingnya memulai membangun ekosistem kuliner halal, seperti di Kampung Batik Kauman Solo, Jawa Tengah. Program ini juga dinilainya perlu diberlakukan di daerah-daerah lain.

Sementara itu, Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka berharap pengembangan kawasan kuliner hala dapat meluas setiap tahunnya.

"Pemerintah Kota Solo terus membangun citra Kota Surakarta sebagai destinasi wisata kuliner halal yang diharapkan dapat menambah nilai tambah dan daya saing produk lokal," jelas Gibran.

Gibran juga menekankan pentingnya penguatan kapasitas UMKM dalam pengembangan kawasan kuliner halal.

Potensi pengembangan industri halal semakin besar dengan melihat jumlah pengeluaran Muslim dunia atas makanan dan minuman halal yang terus meningkat.

Menurut laporan Indonesia Halal Market 2021/2022, penduduk Muslim dunia menghabiskan 1,9 triliun dolar AS pada 2020, dengan sektor makanan dan minuman menempati posisi tertinggi yaitu senilai 1.185 miliar dolar AS pada 2020.

Program Pengembangan UMKM Sektor Kuliner Berbasis Ekosistem dan Kearifan Lokal di Kampung Kauman Solo dirangkai dengan agenda Talkshow Online dengan tema "Membangun Ekonomi Syariah Sektor Riil Berbasis Kearifan Lokal" yang menghadirkan sejumlah narasumber.

Sejumlah narasumber termasuk Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo Nugroho Joko Prastowo, Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi Halal BPJPH Mastuki, Pengurus Pusat MES dan Ketua Pusat Studi Manajemen dan Bisnis Universitas Padjadjaran Yudi Ahmad Faisal, Direktur Retail Banking PT Bank Syariah Indonesia Kokok Alun Akbar, Direktur Keuangan, SDM, dan Umum PT Jamkrindo Syariah Endang Sri Winarni, Kepala LPH PT Surveyor Indonesia Afrinal Nazaruddin, Ketua Baznas Kota Solo Muhammad Qoyim, serta Ketua Paguyuban Kampung Wisata Batik Kauman Solo Gunawan Setiawan.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya