Berita

Militer China/Net

Dunia

Ketika Dunia Sibuk dengan Ketegangan Rusia-Ukraina, China Diam-diam Rencanakan Invasi ke Taiwan

JUMAT, 11 FEBRUARI 2022 | 11:29 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

China tampaknya menggunakan momentum ketegangan antara Rusia dan Ukraina untuk menyiapkan rencana menyerang Taiwan.

Invasi ke Taiwan dilakukan saat perhatian dunia terfokus pada kemungkinan Rusia yang menyerang Ukraina.

Sebuah kelompok yang berbasis di Washington, Global Strat View, bahkan menyoroti semakin gencarnya serangan skala besar yang dilakukan oleh jet tempur China di wilayah udara Taiwan baru-baru ini.


China baru-baru ini mengirim 52 pesawat tempur ke zona pertahanan Taiwan, serangan paling signifikan sejak Oktober 2021 dan terbesar kedua dalam catatan.

Beijing juga telah memberikan peringatan terbuka kepada Amerika Serikat (AS) terkait konflik militer, yang berarti China bersiap melakukan invasi secara paksa ke Taiwan.

Menurut Global Strat View, Beijing hanya melihat reaksi dunia terhadap krisis Rusia-Ukraina dan bagaimana kekuatan militer besar akan campur tangan jika Rusia menyerang. Perkembangan ini tampaknya menentukan wacana masa depan rencana ekspansionis China.

"Invasi China ke Taiwan akan lebih parah daripada krisis Ukraina saat ini, dan itu dapat berkembang menjadi konflik bersenjata besar yang melibatkan negara-negara barat utama," kata Global Strat View, seperti dikutip ANI News.

China juga dilaporkan telah memberikan peringatan kepada negara-negara yang masih menjalin hubungan dengan Taiwan. Slovenia adalah negara terbaru yang menerima teguran dari Beijing karena memutuskan untuk mendirikan kantor perwakilannya di Taiwan.

Pada November 2021, negara Eropa lainnya, Lithuania, telah mengizinkan Taiwan untuk membuka kedutaan de facto dengan nama "Taiwan", yang membuat Beijing kesal karena melihat langkah itu menantang konsep Satu China. China memberlakukan sanksi ekonomi terhadap Lithuania dan menghentikan semua impor dari negara Eropa.

Dalam hal ini, China ingin menunjukkan pesan bahwa negara mana pun yang mencoba membangun hubungan dengan Taiwan akan menghadapi tekanan ekonomi.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Iran Sodorkan 14 Syarat Damai yang Harus Dipenuhi AS

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:59

KPK Soroti Aset Mangkrak Rp27,5 Triliun di Sulsel

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:20

Ribuan Jemaah Haji Bertahap Bergerak dari Madinah ke Makkah

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:14

Ratas Hambalang, Prabowo Matangkan Agenda Pendidikan hingga Hilirisasi Nasional

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:51

Mahasiswa Didorong Kembali jadi Kekuatan Pengontrol Sosial

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:39

Update harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, BP, hingga Vivo

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:27

Perpres Ojol Bawa Angin Segar Bagi Pengemudi Online

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:20

Pemerataan Pendidikan Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:14

Amien Rais Sebaiknya Segera Klarifikasi

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:46

Publik Nantikan Aksi Nyata Dudung Bereskan Masalah MBG

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:36

Selengkapnya