Berita

Polisi saat mengamankan warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo/Repro

Politik

Kisruh Desa Wadas, PGI Minta Pemerintah Kedepankan Pendekatan Kemanusiaan pada Penolak Tambang

KAMIS, 10 FEBRUARI 2022 | 23:59 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kisruh yang terjadi di Desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah antara aparat dan warga memantik emosi masyarakat. Aparat penegak hukum dianggap tidak mengedepankan sisi dialog dengan warga terkait pembebasan lahan tersebut.

Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) meminta aparat penegak hukum untuk mengedepankan pendekatan kemanusiaan ketika menghadapi warga Desa Wadas.

Humas PGI Jerry Sumampaouw mengatakan, di tengah kekhawatiran bangsa Indonesia dalam menghadapi gelombang ketiga Covid-19, masyarakat dikejutkan dengan bentrokan antara warga masyarakat dan aparat kepolisian di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Purworejo.


"Bentrokan yang bermula dari penolakan sebagian warga terhadap pengukuran lahan di desa tersebut, untuk penambangan (quarry) di Desa Wadas dan pembangunan Bendungan Bener, berujung pada penangkapan 60-an warga desa yang menolak,” kata Jerry kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (10/2).

Jerry menambahkan, PGI merasa prihatin dengan peristiwa bentrokan antara warga Desa Wadas dengan aparat penegak hukum dan berharap hal tersebut tidak terulang kembali.

"Kami bersimpati dengan warga yang dirugikan dalam peristiwa ini. Kehilangan tanah sebagai tempat hidup bukanlah sesuatu yang mudah, sekalipun ada kompensasi yang ditawarkan,” katanya.

PGI meminta pemerintah lebih sabar dan mengedepankan pendekatan kemanusiaan terhadap warga desa yang menolak aktivitas tambang Andesit, ketimbang mengatasnamakan pembangunan.

Pemerintah perlu lebih persuasif dalam menangani persoalan ini.

"Penanganan yang terburu-buru berpotensi memicu konflik, baik vertikal maupun horizontal,” tutupnya.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

UPDATE

Waspada Pemutihan Lahan Sawit Ilegal Secara Massal!

Rabu, 21 Januari 2026 | 07:48

Pertemuan Eggi-Damai Lubis dengan Jokowi Disebut Diplomasi Tingkat Tinggi

Rabu, 21 Januari 2026 | 07:23

Sudewo Juga Tersangka Suap Jalur Kereta Api, Kasus Pemerasan Jadi Pintu Masuk

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:52

Damai Lubis Merasa Serba Salah Usai Bertemu Jokowi dan Terima SP3

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:52

Putusan MK 234 Koreksi Sikap Polri dan Pemerintah soal Polisi Isi Jabatan Sipil

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:48

Khofifah: Jawa Timur Siap jadi Lumbung Talenta Digital Nasional

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:25

The Game Changer Kedua

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:59

Persiden Cabut Izin 28 Perusahaan, Kinerja Kemenhut Harus Tetap Dievaluasi

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:45

Evakuasi Korban Pesawat Jatuh

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:20

Pemerintah Diminta Perbaiki Jalan Rusak di Akses Vital Logistik

Rabu, 21 Januari 2026 | 04:59

Selengkapnya