Berita

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida/Net

Dunia

Turun Tangan, Jepang Siap Ikut Beraksi Jika Rusia Invasi Ukraina

SELASA, 08 FEBRUARI 2022 | 14:13 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Jepang turut memberikan tanggapan atas ketegangan antara Rusia dan Ukraina lewat resolusi yang diadopsi oleh parlemennya.

Pada Selasa (8/2), parlemen Jepang mengadopsi resolusi yang menyatakan kutukan atas setiap upaya untuk mengubah status quo paksa atas perbatasan Ukraina.

Resolusi itu juga mendesak pemerintahan Perdana Menteri Fumio Kishida untuk melakukan semua tindakan yang dapat dilakukan untuk mencapai perdamaian kedua negara.


"Sangat prihatin dengan situasi ini, parlemen menyatakan bahwa rakyat Ukraina selalu mengharapkan stabilitas negara dan kawasan mereka. Mengubah status quo dengan kekuatan oleh negara mana pun tidak pernah dapat diterima," begitu isi resolusi yang dikutip Reuters itu.

Dalam pertemuan virtual bulan lalu, Kishida dan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berkomitmen untuk bekerja sama untuk mencegah agresi Rusia terhadap Ukraina.

Kishida juga berjanji berkoordinasi erat dengan AS dan komunitas internasional untuk mengambil tindakan tegas dalam menanggapi setiap serangan.

"Kami sangat mendesak pemerintah untuk mewujudkan niat kami, bekerja sama dengan masyarakat internasional, memanfaatkan semua sumber daya diplomatik dan melakukan yang terbaik untuk meredakan ketegangan di Ukraina dan mewujudkan perdamaian dengan cepat," lanjut resolusi itu.

Resolusi oleh majelis rendah parlemen muncul setelah Rusia mengumpulkan lebih dari 100 ribu tentara di sepanjang perbatasannya dengan Ukraina, meningkatkan kekhawatiran akan terjadinya perang.

Sementara itu, hubungan Jepang dengan Rusia telah lama terganggu oleh pertikaian teritorial atas serangkaian pulau di Pasifik barat.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Iran Sodorkan 14 Syarat Damai yang Harus Dipenuhi AS

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:59

KPK Soroti Aset Mangkrak Rp27,5 Triliun di Sulsel

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:20

Ribuan Jemaah Haji Bertahap Bergerak dari Madinah ke Makkah

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:14

Ratas Hambalang, Prabowo Matangkan Agenda Pendidikan hingga Hilirisasi Nasional

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:51

Mahasiswa Didorong Kembali jadi Kekuatan Pengontrol Sosial

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:39

Update harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, BP, hingga Vivo

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:27

Perpres Ojol Bawa Angin Segar Bagi Pengemudi Online

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:20

Pemerataan Pendidikan Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:14

Amien Rais Sebaiknya Segera Klarifikasi

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:46

Publik Nantikan Aksi Nyata Dudung Bereskan Masalah MBG

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:36

Selengkapnya