Berita

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Arteria Dahlan/Net

Politik

Dugaan SARA Arteria Dahlan Disetop, Pakar Hukum UI: Dia Punya Imunitas Sebagai Anggota DPR RI

MINGGU, 06 FEBRUARI 2022 | 10:27 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Sudah tepat langkah Kepolisian yang memutuskan menghentikan penyelidikan kasus anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Arteria Dahlan terkait dugaan kasus ujaran kebencian berbau isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

Pakar hukum pidana Universitas Indonesia Choudry Sitompul mengatakan, kasus Arteria Dahlan dihentikan penyidik lantaran semua anggota dewan memiliki hak imunitas dalam menjalankan tugasnya.

Aparat Kepolisian, kata Choudry tidak bisa mempidanakan Arteria karena persoalan pokoknya terjadi saat dia menyampaikan pendapat dalam rapat kerja Komisi III DPR RI.


"Kan dia (Arteria) anggota DPR, punya hak imunitas, mestinya diperiksa MKD dulu, karena dia ngomong itu selaku melaksanakan kewajibannya dalam rapat kerja,” ujar Choudry kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (6/2).

Pada sisi lain, Choudry meminta Kepolisian untuk lebih bijak dalam menyampaikan penghentian kasus itu supaya tidak menyinggung perasaan warga Sunda yang menjadi objek kasus Arteria.

"Kalau dinyatakan bukan tindak pidana, banyak orang Sunda tersinggung, mestinya polisi naikkan dulu aja ke penyidikan nanti baru bilang tidak ada bukti,” tutupnya.

Kasus dugaan SARA mencuat ketika Arteria memprotes penggunaan bahasa Sunda oleh Kepala Kejaksaan Tinggi saat rapat kerja Komisi III dengan Jaksa Agung ST Burhanuddin di DPR pada 17 Januari lalu.

"Kritik sedikit Pak JA. Ada Kajati Pak, dalam raker itu ngomong pakai Bahasa Sunda, ganti pak itu," tegas Arteria dalam rapat kerja.

Ucapan Arteria membuat kegaduhan, banyak kelompok masyarakat melaporkan dirinya ke polisi. Namun, tak berselang lama, Arteria meminta maaf kepada publik.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya