Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Publika

CATATAN ILHAM BINTANG

Covid-19 Melonjak, Presiden Hadiri HPN di Kendari Secara Daring

MINGGU, 06 FEBRUARI 2022 | 09:44 WIB | OLEH: ILHAM BINTANG

PRESIDEN RI Joko Widodo akhirnya memutuskan hanya akan menghadiri puncak Hari Pers  Nasional secara virtual (daring), Rabu (9/2).

Perhelatan insan pers se-Indonesia itu akan dilangsungkan tanggal 7 hingga 9 Februari di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Konfirmasi kehadiran Kepala Negara secara daring disampaikan Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, Minggu (6/2) pagi.


"Presiden sudah memutuskan untuk hadir secara daring dari Istana," kata Seskab.

Sebelumnya, Jokowi memang merencanakan hadir secara fisik. Konfirmasi itu disampaikan Mesesneg, Pratikno, dalam rapat dengan panitia HPN awal awal minggu ini.

Namun, sehubungan dengan pelonjakan penularan virus Covid-19 secara signifikan di Tanah Air, Presiden pun memutuskan hadir secara virtual. Data terbaru lonjakan Covid-19 memang tak terkendali. Sabtu (5/2) virus sudah melonjak lebih 33 ribu orang positif dan 44 yang meninggal dunia.

Tanam Mangrove dan Lepas Anoa


Dalam kesempatan menghadiri HPN di Kendari, presiden sudah merencanakan melakukan penanaman pohon mangrove dan melepas hewan langka Anoa. Hewan Anoa merupakan simbol khas bagi Sulawesi Tenggara yang sekarang sudah hampir punah.

Ketua Umum PWI Pusat yang juga Penanggung Jawab HPN, Atal S. Depari dalam siaran pers Kamis (3/2) menguraikan  rangkaian puncak peringatan HPN 2022. Konsep acara menekankan pada tiga tujuan penyelenggaraan HPN, yaitu berkontribusi kepada pembangunan di daerah, menyuarakan kepentingan nasional, dan membahas isu-isu strategis terkait kehidupan pers nasional.

Keputusan Presiden Jokowi hadiri secara HPN 2022 secara daring diapresiasi oleh banyak insan pers. Putusan itu dinilai tepat dan bijaksana di tengah melonjaknya angka penularan Covid-19 sekarang.

Seperti diwanti-wanti sendiri oleh kepala negara agar seluruh masyarakat waspada terhadap melonjaknya penularan Covid-19 di Tanah Air. Bahkan ayah Gibran dan Kaesang, itu minta rakyat menahan diri  tidak keluar rumah kalau tidak terlalu urgen.

Kritik masyarakat dan pers saat Jokowi kunker di Sumatera Utara minggu ini tentu menjadi masukan berharga dan menjadi pertimbangannya.  

Dua hari kunjungannya di Sumut itu ternyata aparat di daerah tidak bisa mencegah kerumunan warga masyarakat. Di mana pun Presiden hadir, tempat itu langsung menjadi lautan manusia. Sangat berbahaya.

Presiden dan rombongan tentu aman, karena dijaga ketat oleh Pasukan Pengamanan Presiden. Tapi, kerumunan itu rentan bagi masyarakat setempat jika terpapar virus. Kita tahu fasilitas kesehatan di luar Jawa masih sangat minim. Hanya untuk swab saja, masih perlu waktu seminggu untuk mengetahui hasilnya. Sayang, kalau Presiden Jokowi sampai jadi bulan-bulanan rakyat karena dianggap bersikap paradoks.

Sejak semalam di WAG wartawan  telah beredar info mengenai pembatalan Presiden RI hadir secara fisik. Info itu bersumber dari hasil rapat video conference (vidcon) protokol Presiden RI dengan jajarannya, Sabtu (6/2) siang. Kesimpulan rapat, "rencana kunker RI 1 ke Kendari Sultra, ditunda sehubungan meningkatnya kasus Covid-19”.

Hari Lahir PWI

Peringatan Hari Pers Nasional yang dirayakan setiap tahun di Tanah Air, merupakan hari bersejarah yang mengabadikan hari lahir PWI (Persatuan Wartawan Indonesia), organisasi wartawan pertama di Indonesia di Solo, 9 Februari 1946. Keputusan Presiden RI No 5 tahun 1985 kemudian menetapkan 9 Februari sebagai Hari Pers Nasional.

Praktis sejak itu, HPN dilaksanakan secara bergiliran di daerah. Biasanya menjadi semacam kongres tahunan wartawan Indonesia, karena dihadiri ribuan jurnalis, dan tokoh pers dari seluruh Tanah Air.

Tahun lalu, sebenarnya peringatan HPN 2021 ditetapkan di Kendari, Sultra. Namun urung disenggarakan karena situasi pandemi, Peringatan HPN 2021 kemudian dipindahkan di DKI Jakarta, dengan pusat kegiatan di Taman Impian Jaya Ancol.

Pada puncak acaranya Presiden Jokowi  hadir memberi sambutan melalui virtual. Data penyebaran virus Covid-19 waktu itu juga signifikan, mendekati angka 10 ribu kasus.

Sebagian Acara Sudah Hybrid


Panitia HPN 2022 bukan tidak mengantisipasi kemungkinan melonjaknya angka penularan Covid-19.

Aury Jaya, Ketua HPN 2022 dalam siaran persnya awal minggu lalu telah menggambarkan itu. Ia menjanjikan sebagian dari 40 mata acara HPN dilaksanakan secara hybrid.

Maksudnya, sebagian dilangsungkan secara virtual. Puncak acara sendiri, Rabu 9 Februari, dibatasi hanya untuk 400 undangan dari biasanya 4.000 tamu.

Penulis adalah wartawan senior

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

Meluruskan Hari Lahirnya Pancasila: Dari Piagam Jakarta Hingga Dekrit Presiden

Selasa, 02 Juni 2026 | 20:01

Kuasa Hukum Gus Yaqut Sebut Tidak Ada Konfirmasi Aliran Dana

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:46

RI Impor Emas 2,5 Ton pada April 2026, Australia jadi Pemasok Terbesar

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:16

Saksi Perkara Maluku, Thobahul Aftoni Akui Mardiono Ketum PPP

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:13

BEM PTMA: MBG adalah Investasi Jangka Panjang Menuju Indonesia Emas

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:09

Gerinda Sebut Lawatan Prabowo Perkokoh Posisi Indonesia di Kancah Dunia

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:08

KPK Tahan Tiga Tersangka Korupsi Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:05

Habiburokhman: Zaman Pak Dino Sehebat Apa sih?

Selasa, 02 Juni 2026 | 18:50

Daftar Harga LPG 5,5 kg dan 12 Kg Terbaru, Cek Tiap Provinsi

Selasa, 02 Juni 2026 | 18:47

SPI: Nasionalisme dan Kepastian Hukum Harus Seimbang

Selasa, 02 Juni 2026 | 18:46

Selengkapnya