Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Diplomat Moskow Ungkap Potensi Rusia Kirim Pasukan ke Amerika Latin

SABTU, 05 FEBRUARI 2022 | 14:03 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kemungkinan Rusia mengirim pasukan ke Amerika Latin dikomentari utusan Moskow untuk Honduras dan El Salvador, Alexander Khokholikov.

Berbicara kepada RIA Novosti pada Jumat (4/2), Khokholikov mengungkapkan adanya kemungkinan menampung pasukan luar negeri di dalam perbatasan Nikaragua.

“Pemerintah mengeluarkan undang-undang setiap tahun tentang kehadiran militer asing di wilayah Nikaragua,” kata Khokholikov, seperti dikutip dari RT, Sabtu (5/2).


“Ini memberikan kemungkinan transit dan kehadiran prajurit, serta peralatan militer dari sejumlah negara, termasuk Rusia dan, kebetulan, AS, untuk pertukaran pengalaman di bidang kerja sama militer, latihan bersama, dan kegiatan dalam memerangi perdagangan narkoba dan kejahatan terorganisir," lanjutnya.

Menurut diplomat tersebut, kerja sama militer antara Moskow dan Managua tidak ditujukan terhadap negara ketiga, meskipun ada perselisihan yang memburuk dengan AS mengenai potensi pengerahan.

"Terlepas dari situasi politik saat ini di dunia dan ledakan oportunistik ketegangan oleh Barat dalam hubungan dengan Moskow, peningkatan kerja sama Rusia-Nikaragua dalam bidang perdagangan, ekonomi, budaya, dan kemanusiaan, serta di bidang lapangan militer dipertimbangkan," katanya.

Pernyataan Khokholikov muncul setelah Presiden Rusia Vladimir Putin bulan lalu setuju untuk memperkuat kemitraan dengan para pemimpin Kuba, Venezuela, dan Nikaragua di berbagai bidang, termasuk meningkatkan kerja sama militer.

Seolah mengiyakan, awal bulan itu, Wakil Menteri Luar Negeri Moskow Sergey Ryabkov juga menolak mengesampingkan pengiriman pasukan ke Amerika Latin, dan hanya mengatakan bahwa “adalah gaya Amerika untuk memiliki beberapa opsi untuk kebijakan luar negeri dan militernya.”

“Presiden Rusia telah berbicara beberapa kali tentang tindakan apa yang dapat dilakukan, misalnya melibatkan Angkatan Laut Rusia, jika ada hal-hal yang memprovokasi Rusia, dan semakin meningkatkan tekanan militer terhadap kami oleh AS,” katanya saat itu.

Washington, bagaimanapun, mengecam saran bahwa pasukan Moskow dapat ditempatkan di Venezuela dan Kuba, yang berjarak hampir 100 mil di lepas pantai AS. Pada pertengahan Januari, Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat Jake Sullivan memperingatkan bahwa: “Jika Rusia bergerak ke arah itu, kami akan menghadapinya dengan tegas.”

Ketegangan antara AS dan Rusia semakin meningkat dalam beberapa bulan terakhir, pemicunya ketegangan terkait Ukraina.

Kremlin, bagaimanapun, telah berulang kali menyatakan bahwa mereka tidak berniat menyerang tetangganya.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

PJJ dan WFH Didorong Jadi Standar Baru di Jakarta

Sabtu, 24 Januari 2026 | 06:02

Prajurit di Perbatasan Wajib Junjung Profesionalisme dan Disiplin

Sabtu, 24 Januari 2026 | 06:00

Airlangga Bidik Investasi Nvidia hingga Amazon

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:42

Indonesia Jadi Magnet Event Internasional

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:26

Macron Cemas, Prabowo Tawarkan Jalan Tengah

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:23

Rismon Sianipar Putus Asa Hadapi Kasus Ijazah Jokowi

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:11

Polda Metro Terima Lima LP terkait Materi Mens Rea Pandji

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:09

Prabowo Jawab Telak Opini Sesat Lewat Pencabutan Izin 28 Perusahaan

Sabtu, 24 Januari 2026 | 04:26

Polisi Bongkar 'Pabrik' Tembakau Sintetis di Kebon Jeruk

Sabtu, 24 Januari 2026 | 04:16

Pesan Prabowo di WEF Davos: Ekonomi Pro Rakyat Harus Dorong Produktivitas

Sabtu, 24 Januari 2026 | 04:04

Selengkapnya