Berita

Presiden Joko Widodo meresmikan Jalan Tol Tol Binjai-Langsa sesi I di Sumatera Utara/Net

Politik

Resmikan Ruas Jalan Tol Binjai-Langsa, Jokowi: Hubungkan dengan Sentra Produksi

JUMAT, 04 FEBRUARI 2022 | 12:25 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Ruas Jalan Tol Binjai-Langsa Sesi I, yakni Binjai-Stabat di Kabupaten Langkat, Sumatra Utara diresmikan, Jumat (4/2).

Peresmian ini dilakukan langsung oleh Presiden Joko Widodo dalam rangkaian kunjungan kerja hari ketiga di Sumatera Utara bersama Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Dalam pidatonya, Jokowi mengaku bersyukur ruas tol Binjai-Langsa sesi I ini sudah bisa beroperasi.


"Hari ini ruas Jalan Tol Binjai-Langsa sesi satu Binjai-Stabat sepanjang 11,8 kilometer alhamdulillah telah siap dimanfaatkan untuk mendukung kelancaran konektivitas," ujar Jokowi dikutip melalui siaran kanal Youtube Sekretariat Presiden.

Jokowi menerangkan, ruas tol Binjai-Stabat merupakan bagian dari Jalan Tol Binjai-Langsa sepanjang 131 kilometer yang masih dalam proses pembangunan untuk tahap keduanya.

Jika sudah rampung seluruhnya, jalan tol ini akan menghubungkan Provinsi Sumatra Utara dengan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

"Juga menjadi bagian dari jalan tol Trans Sumatra yang akan menyambung dari Lampung sampai ke Aceh," papar Jokowi.

Mantan Walikota Solo ini menuturkan, jalan nasional yang terkoneksi antarprovinsi akan menghubungkan sentra-sentra produksi, daerah-daerah yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan dan membuka peluang usaha baru, terutama yang ada di sekitar jalan tol.

Maka dari itu, Jokowi meyakini jalan tol yang dihubungkan dengan sentra-sentra produksi, kawasan pariwisata, kawasan pertanian, kawasan perkebunan, maka struktur biaya dalam harga suatu komoditas akan bisa bersaing dengan barang impor.

Sebagai contoh, Jokowi melihat sentra produksi jeruk di sekitar Kabupaten Langkat. Dimana, jalan desanya sudah perbaiki menuju jalan utama. Alhasil, harga jeruknya akan menjadi sangat kompetitif.

"Tidak akan kalah dengan harga-harga (jeruk) impor. Produk kita ini sering kalah dengan barang impor, karena barang kita terlalu tinggi dan itu disebabkan biaya logistik yang mahal," demikian Jokowi.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Peluang Emas Kuliah Gratis Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2026 Resmi Dibuka

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Di Posko Pengungsian, Gibran Pastikan Kebutuhan Anak-Anak Terpenuhi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Prioritaskan Guru PPPK Wilayah 3T Jadi PNS

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:19

Utang AS Terus Membengkak, Tekanan Fiskal Makin Besar

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:16

Jangan Sampai Utang Gerogoti Ruang Fiskal

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:07

Purbaya Siapkan Rp31 Triliun untuk Pengalihan PPPK ke Pusat

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:05

Emas “di Bawah Bantal” Warga RI Capai 1.800 Ton, Nilainya Diprediksi Tembus Rp4.400 Triliun

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:01

Tak Benar Febrie Minta Emas 74 Kg hingga Uang Dikembalikan

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:45

Pemerintah Raup Rp34 Triliun dari Lelang SUN

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Iran Siapkan Serangan Balasan hingga Eropa Jika AS Perluas Perang

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Selengkapnya