Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Buru Dua Tersangka Peretas Pilpres 2020, Amerika Umumkan Sayembara Berhadiah 10 Juta Dolar AS

JUMAT, 04 FEBRUARI 2022 | 11:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perburuan Amerika Serikat terhadap dua orang Iran yang dituduh berusaha mempengaruhi pemilihan AS 2020 melalui kampanye online yang disponsori negara berlanjut.

Departemen Luar Negeri AS dalam pengumuman yang dirilis pada Selasa (1/2) mengatakan pihaknya mengulangi tawarannya berupa hadiah sebesar 10 juta dolar AS untuk informasi terkait penangkapan Seyyed Mohammad Hosein Musa Kazemi dan Sajjad Kashian.

Kedua pria itu didakwa pada November 2021 atas dugaan keterlibatan mereka dalam meretas sebuah perusahaan media yang dirahasiakan.


Selain tuduhan peretasan, kedua tersangka juga diduga mengaku sebagai anggota kelompok sayap kanan Proud Boys dan mengancam akan melukai secara fisik orang-orang yang tidak memilih Presiden Donald Trump, dalam kampanye email dan media sosial.

Mereka juga dituduh meretas situs informasi pemilih di negara bagian AS yang dirahasiakan dan mengunduh detail sekitar 100.000 orang.

"Kedua pria tersebut bekerja untuk sebuah perusahaan siber Iran bernama Emennet Pasargad, yang diyakini bertanggung jawab atas kampanye interferensi online yang berlangsung dari setidaknya Agustus hingga November 2020, kata siaran pers departemen AS, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (3/2).

Kazemi dan Kashian keduanya didakwa dengan satu tuduhan konspirasi untuk melakukan penipuan dan penyalahgunaan komputer, mengintimidasi pemilih, dan mengirimkan ancaman antar negara bagian; satu hitungan transmisi ancaman antarnegara; dan satu hitungan intimidasi pemilih.

Dua dakwaan pertama diancam dengan hukuman maksimal lima tahun penjara, dan yang ketiga diancam hukuman penjara maksimal satu tahun.

Kazemi juga dikenai satu tuduhan intrusi komputer yang tidak sah; dan satu tuduhan penipuan komputer, yaitu, dengan sengaja merusak komputer yang dilindungi, menurut pernyataan itu.

Hitungan pertama membawa hukuman penjara maksimum lima tahun, sedangkan yang kedua membawa hukuman maksimum sepuluh tahun.

Pihak berwenang di AS telah mendukung klaim campur tangan online dalam pemilihan oleh agen asing setidaknya sejak Oktober 2016, ketika pemerintah menuduh Rusia meretas komite Konvensi Nasional Demokrat dan membocorkan informasi ke Wikileaks.

Konsul Khusus AS Robert Mueller pada tahun 2018 mendakwa sebuah perusahaan Rusia yang dikenal sebagai Internet Research Agency (IRA) karena menabur disinformasi online dengan mempromosikan berbagai teori konspirasi di platform media sosial.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

Bomba Peduli Beri Makna Hari Ulang Tahun ke-5

Sabtu, 24 Januari 2026 | 16:06

Dharma Pongrekun Soroti Arah Ideologi Ekonomi dalam Pasal 33 UUD 1945

Sabtu, 24 Januari 2026 | 15:47

BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Jabar-Jakarta, Dua Pesawat Tambahan Dikerahkan

Sabtu, 24 Januari 2026 | 15:25

Tangan Trump Tiba-tiba Memar Saat Peluncuran Dewan Perdamaian Gaza, Ini Penyebabnya

Sabtu, 24 Januari 2026 | 15:01

DPR Minta Basarnas Gerak Cepat Evakuasi Warga Bandung Barat Terdampak Longsor

Sabtu, 24 Januari 2026 | 14:56

Tanah Longsor di Bandung Barat Tewaskan Delapan Orang

Sabtu, 24 Januari 2026 | 14:40

1.000 Guru Ngaji hingga Ojol Perempuan Belanja Gratis di Graha Alawiyah

Sabtu, 24 Januari 2026 | 14:26

Pencuri Gondol Bitcoin Sitaan Senilai Rp800 Miliar dari Korsel

Sabtu, 24 Januari 2026 | 14:18

Polisi Dalami Penyebab Kematian Influencer Lula Lahfah

Sabtu, 24 Januari 2026 | 13:54

Wakadensus 88 Jadi Wakapolda Bali, Tiga Kapolda Bergeser

Sabtu, 24 Januari 2026 | 13:31

Selengkapnya