Berita

Sebagian besar skuat Madura United terkonfirmasi Covid-19/LIB

Sepak Bola

Dihantam Badai Covid-19, Manajemen Madura United Ngaku Sudah Terapkan Prokes Ketat

RABU, 02 FEBRUARI 2022 | 16:24 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Penundaan laga antara Madura United melawan Persipura Jayapura yang harusnya dilangsungkan pada Selasa sore kemarin (1/2) menunjukkan sinyal ada kelonggaran pelaksanaan protokol kesehatan yang dilakukan klub maupun PT Liga Indonesia baru sebagai operator kompetisi.

Pihak Madura United pun mengakui kalau prokes yang mereka terapkan kurang maksimal. Sehingga ada 24 orang, baik pemain maupun ofisial tim, yang terkonfirmasi Covid-19.

Akibatnya, Laskar Sape Kerrap pun tersisa kurang dari 14 pemain. Padahal, jumlah tersebut menjadi syarat minimal sebuah tim untuk bisa melakoni pertandingan.


Merujuk regulasi Liga 1 di era Covid-19, tak ada sanksi buat klub yang diserang badai virus corona. Konsekuensinya hanya penundaan laga.

"Kini kami hanya tinggal menunggu, kami sudah menerapkan protokol kesehatan ketat, tapi tetap saja (kurang). Beberapa upaya sudah kami lakukan, namun hasil akhir adalah laga ditunda," kata Manajer Madura United, Zainal Hudha Purnama, melalui keterangannya, Rabu (2/2).

Dipaparkan Zainal, ada 20 pemain Madura United yang dinyatakan positif Covid-19 usai menjalani tes PCR yang dilakukan pihak PT LIB. Membuat mereka hanya memiliki skuat kurang dari 14 pemain.

"Jelas bahwa Madura United tak mungkin melakoni pertandingan, sebuah hal yang layak kami sesalkan," sambungnya.

Untuk laga berikutnya melawan Persela Lamongan pada Sabtu (5/2), sejauh ini belum ada kabar pembatalan. Meski saat ini masih banyak pemainnya yang tengah menjalani karantina.

Di sisi lain, Madura United mencoba ambil sisi positif dari terpaan badai Covid-19 ini. Setidaknya para pemain jadi punya waktu istirahat lebih panjang untuk memulihkan kondisi mereka.

"Manajemen menganggap ini bisa menjadi masa istirahat para pemain sembari memulihkan kesehatan. Juga membuat semua pihak membuka mata, sudah taat protokol kesehatan pun tak bisa lepas dari potensi terpapar virus corona," tandasnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kapal-kapal yang Tertinggal

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:55

Teriakan ‘Bapak Aing’ Sambut Kirab Milangkala Tatar Sunda

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:36

Kebahagiaan Mahasiswa Baru

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:20

Pemerintah Mestinya Terbuka soal Harga Keekonomian BBM Bersubsidi

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:59

Nelayan Tradisional Soroti Tiga Isu Mendesak Masyarakat Pesisir

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:45

ASEAN dan Tantangan Ketahanan Energi Kawasan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:25

Eks Wakapolda Sulsel Jabat Kapolda Sulteng

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:59

KIOTEC Kunjungi Korsel Perkuat Kapasitas SDM Kelautan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:40

Meritokrasi dan Integritas dalam Promosi Perwira Tinggi TNI-Polri

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:28

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya