Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Pertama Kali Sejak Terdeteksi, Korea Selatan Laporkan Kasus Harian Tertinggi Melewati Angka 20.000 dalam Sehari

RABU, 02 FEBRUARI 2022 | 16:14 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dipengaruhi penyebaran cepat varian Omicon, Korea Selatan mencatat kasus harian melebihi angka 20.000 untuk pertama kalinya sejak negara itu melaporkan kasus virus pertamanya dua tahun lalu.

Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) mengatakan dalam keterangannya pada Rabu (2/2), bahwa mereka mencatat 20.270 infeksi Covid-19 baru, termasuk 20.111 kasus lokal. Sehingga kasus total nasional menjadi 884.310.

Yonhap News
melaporkan, jumlah kematian akibat Covid-19 mencapai 6.787, naik 15 dari Selasa.Tingkat kematian tercatat di angka 0,77 persen.


Jumlah pasien Covid-19 yang sakit kritis pada Rabu juga mengalami penambahan sebanyak enam kasus dari hari sebelumnya, menjadikanya 278 pasien.

Sejak minggu lalu, 80 kasus yang dikonfirmasi di Korea Selatan adalah Omicron. Hal itu sudah diperhitungkan mengingat datangnya liburan Tahun Baru Imlek yang berlangsung hingga Rabu telah meningkatkan pertemuan keluarga.

Otoritas kesehatan tidak menutup kemungkinan gelombang virus corona yang lebih besar pada akhir bulan ini, dengan kasus harian mencapai lebih dari 100.000, merujuk pada penyebaran cepat omicron.

“Jumlah orang yang terinfeksi yang dirawat di rumah mereka mungkin meningkat menjadi 100.000 dari 83.000 saat ini,” kata KDCA.

Dari kasus yang ditularkan secara lokal Rabu, Provinsi Gyeonggi yang mengelilingi Seoul melaporkan 6.018, diikuti oleh Seoul dengan 4.186 dan kota pelabuhan barat Incheon dengan 1.396.Kasus dari luar negeri naik 159 menjadi 25.516.

Pada Rabu, 27,25 juta orang, atau 53 persen dari 52 juta penduduk negara itu, telah menerima suntikan booster.Jumlah orang yang divaksinasi lengkap mencapai 43,99 juta orang, atau 86 persen.

“Untuk tahun 2022, pemerintah telah mengamankan 150 juta dosis lima jenis vaksin Covid-19 Pfizer, Moderna, AstraZeneca, Janssen, dan Novavax, dengan 3,08 juta dosis akan dikirimkan mulai 1 Januari hingga 3 Februari,” kata KDCA.

“Pada Kamis, 615.000 dosis vaksin Pfizer dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Incheon,” katanya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Wall Street Hijau di Tengah Harapan Meredanya Konflik AS-Iran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:23

Di Balik Sensor Istana: Diksi Nuklir Prabowo dan Bantahan Kilat Teheran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:10

Pelatih Vietnam Bongkar Rahasia Usai Permalukan Indonesia 3-0

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:04

Tanggapi MK, Menkeu Pastikan Anggaran MBG Tidak Mengganggu APBN

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:47

Menhaj Lantik 6 Pejabat Kemenhaj untuk Perkuat Pelayanan Haji dan Umrah

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:46

Bunga Pinjaman Turun, Bulog Hemat hingga Rp1,07 Triliun per Tahun

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:35

Pasar Logam Mulia Tertekan, Emas Masih Berkutat di 4.000 Dolar AS

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:18

Bursa Eropa Cetak Rekor, DAX 40 Tembus 26.000 Poin

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:07

Sekolah Nasional Terintegrasi: Tantangan Pendidikan dan Implementasi Rekonstruksi

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:46

BGN Anggap Putusan MK Justru Perkuat Program MBG

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:27

Selengkapnya