Berita

Presiden Vladimir Putin bertemu Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban di Moskow/Net

Dunia

Ada Konflik di Eropa Timur, Viktor Orban Tetap Bertemu Putin di Moskow Demi Persahabatan dan Pasokan Gas

RABU, 02 FEBRUARI 2022 | 07:15 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Rusia siap memberi Hungaria tambahan satu miliar meter kubik gas per tahun. Kesepakatan itu tertuang dalam pertemuan Presiden Vladimir Putin dengan 'kawan lamanya' Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban pada Selasa (1/2).

Kunjungan Orban ke Moskow mendapat kritikan keras dari Uni Eropa, namun Orban sendiri menggambarkan perjalanan itu sebagai misi penjaga perdamaian di tengah ketegangan dengan Barat atas Ukraina, seperti dilaporkan The Moscow Time..

Hubungan antara Rusia dan Barat mungkin berada dalam kondisi terburuknya sejak sebelum runtuhnya Uni Soviet. Politico dalam artukelnya pasa Selasa (1/2) menulis, hanya ada 'senyum dan persahabatan anak-anak nakal' yang terlihat saat Putin dan Orbán bertemu di hari itu.


Kedua pemimpin telah lama bersahabat erat. Namun, jarak sosial karena pandemi telah menghalangi jabatan erat dan pelukan hangat yang biasa mereka lakukan dulu. Sebaliknya, kedua pemimpin itu duduk di kursi dengan meja panjang yang membuat keduanya nampak berjauhan.

“Ini adalah pertemuan ke-12 kami. Ini sangat jarang terjadi,” kata Orbán. Ia mengatakan bahwa antara dirinya dan Putin memiliki ingatan terpanjang tentang hubungan Uni Eropa dan Rusia.

Mengenai gas, Orban menegaskan bahwa ia ingin meningkatkan impor gas dari Rusia.

"Saya ingin mencapai tujuan meningkatkan volume pemasok dalam pertemuan kita hari ini," kata Orban kepada Putin di awal pembicaraan.

Ia kemudian menjanjikan kerja sama dengan Moskow untuk tahun-tahun yang akan datang. Dia juga mengatakan bahwa masalah di pasar gas Eropa dapat muncul kembali di masa depan tetapi Hongaria terlindung dari masalah tersebut berkat kesepakatan jangka panjang dengan Rusia.

Pada September 2021, perusahaan gas Rusia, Gazprom telah menandatangani kontrak pasokan gas 15 tahun dengan Hongaria, yang kemudian memicu kemarahan dari Ukraina.

Budapest saat itu mengumumkan bahwa telah mengkonfirmasi kesepakatan 4,5 miliar meter kubik gas alam dari Rusia setiap tahun hingga 2036, melalui rute transit di Austria dan Serbia, melalui pipa TurkStream baru yang mengalir di bawah Laut Hitam.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Anak SMA Peserta Cerdas Cermat MPR Ramai-ramai Dibully Juri dan MC

Senin, 11 Mei 2026 | 14:27

UPDATE

Puan: APBN 2027 Harus Jadi Instrumen Nyata untuk Sejahterakan Rakyat

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:19

28 Tahun Reformasi, Kekuasaan Harus Berjalan Independen

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:18

Prabowo Minta Menkeu Segera Ganti Pimpinan Bea Cukai Bermasalah

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:08

Bitcoin Depot Bangkrut, Hampir 10 Ribu ATM Ditutup

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:07

Pemerintah Harus All Out Bebaskan WNI yang Ditahan Israel

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:01

Rupiah Melemah, UMKM dan Hilirisasi Industri Harus Diperkuat

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:46

Prabowo: Rakyat Tidak Mimpi Kaya Raya, Asal Bisa Hidup Layak dan Sejahtera

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:42

Kenaikan Penerimaan Pajak Jangan Bikin Terlena

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:38

Sah! Prabowo Wajibkan Ekspor Sawit Hingga Batu Bara Satu Pintu Lewat BUMN

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:33

Fatayat NU Ajak Kader Perempuan Lebih Percaya Diri di Ruang Publik

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:32

Selengkapnya