Berita

Presiden Vladimir Putin/Net

Dunia

Putin: Apa yang Terjadi jika Ukraina Diterima Menjadi Anggota NATO dan Menyerang Krimea?

RABU, 02 FEBRUARI 2022 | 06:31 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Rusia tidak pernah merelakan  Ukraina masuk menjadi anggota NATO. Presiden Vladimir Putin mengatakan, ia tidak dapat membayangkan apa yang terjadi jika negara itu bergabung dengan NATO lalu menyerang Krimea.

“Krimea adalah wilayah kedaulatan Rusia - kita tidak perlu membahas panjang lebar mengenai ini lagi. Mari kita bayangkan bahwa Ukraina adalah anggota NATO, lalu  melakukan operasi tempur semacam itu," ujar Putin pada Selasa (1/2) seperti dilaporkan kantor Berita TASS.

Ia berpendapat, tak seorang pun di Barat pernah berpikir bahwa jika Ukraina diterima di NATO dan melakukan serangan ke Krimea, maka Rusia harus berperang dengan aliansi itu.


"Apakah kita seharusnya berperang dengan NATO? Ada yang memikirkan kemungkinan itu? Sepertinya tidak ada yang memikirkannya," ujar Putin.

Dia sekali lagi menekankan bahwa keanggotaan Ukraina di NATO tidak dapat diterima oleh Rusia.

"Dengarkan saya baik-baik. Dokumen doktrin Ukraina mengatakan bahwa mereka berencana untuk mengambil Krimea, termasuk dengan cara militer. Bukan apa yang mereka katakan di depan umum tetapi apa yang sebenarnya tertulis dalam dokumen," jelas Putin.

"Mari kita bayangkan bahwa Ukraina adalah anggota NATO, yang dilengkapi dengan senjata dan sistem rudal canggih seperti di Polandia dan Rumania. Siapa yang akan menghentikannya dari melancarkan operasi itu di Krimea atau di Donbass?" tutup Putin.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Wall Street Hijau di Tengah Harapan Meredanya Konflik AS-Iran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:23

Di Balik Sensor Istana: Diksi Nuklir Prabowo dan Bantahan Kilat Teheran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:10

Pelatih Vietnam Bongkar Rahasia Usai Permalukan Indonesia 3-0

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:04

Tanggapi MK, Menkeu Pastikan Anggaran MBG Tidak Mengganggu APBN

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:47

Menhaj Lantik 6 Pejabat Kemenhaj untuk Perkuat Pelayanan Haji dan Umrah

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:46

Bunga Pinjaman Turun, Bulog Hemat hingga Rp1,07 Triliun per Tahun

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:35

Pasar Logam Mulia Tertekan, Emas Masih Berkutat di 4.000 Dolar AS

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:18

Bursa Eropa Cetak Rekor, DAX 40 Tembus 26.000 Poin

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:07

Sekolah Nasional Terintegrasi: Tantangan Pendidikan dan Implementasi Rekonstruksi

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:46

BGN Anggap Putusan MK Justru Perkuat Program MBG

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:27

Selengkapnya