Berita

Tentara berjalan di ibu kota Guinea-Bissau pada tahun 2012/Net

Dunia

Kudeta Berlangsung di Guinea-Bissau, Suara Tembakan Terdengar Di Dekat Istana

RABU, 02 FEBRUARI 2022 | 02:43 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Suara tembakan terdengar di sekitar istana pemerintah Guinea-Bissau di ibukota negara Afrika Barat itu pada Selasa (1/2). Hal ini terjadi di tengah kerusuhan yang melanda negara itu.

Kerusuhan di Guinea-Bissau sendiri terjadi setelah kudeta militer mengguncang Burkina Faso pada 24 Januari. Pada saat itu, militer Burkina Faso merebut kekuasaan dalam kudeta, menahan presiden dan membubarkan pemerintah.

Sementara itu, Mamadou Jao, seorang akademisi di Guinea Bissau, mengatakan kepada CNN bahwa warga masih menunggu informasi lebih lanjut.


"Kami menunggu untuk mengetahui lebih banyak tentang apa yang terjadi," kata Jao.

Komunitas Ekonomi Negara-negara Afrika Barat (ECOWAS) juga angkat bicara dan menyerukan perdamaian di Guinea-Bissau.

"ECOWAS mengutuk upaya kudeta dan meminta militer bertanggung jawab atas integritas fisik Presiden Umaro Sissoco Embalo dan anggota pemerintahannya," kata ECOWAS dalam sebuah pernyataan.

"ECOWAS meminta militer untuk kembali ke barak mereka dan mempertahankan sikap republik," sambung pernyataan yang sama.

Kecaman senada juga diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. Ia menyerukan agar pertempuran segera diakhiri.

"Sekretaris Jenderal sangat prihatin dengan berita pertempuran sengit di Bissau," kata sebuah pernyataan yang dirilis pada Selasa (1/2). 


Situasi saat ini bukan terjadi tanpa alasan. David Glovsky, asisten profesor Studi Afrika di Universitas Albany mengatakan kepada CNN bahwa sejak menjabat pada awal 2020, Presiden Embalo telah menghadapi banyak tantangan untuk legitimasinya, termasuk perselisihan tentang pemilihannya sendiri.

"Saya ragu banyak orang Guinea terkejut dengan upaya kudeta lain, namun ini masih sangat mengecewakan," kata Glovsky.

Jika menengok sejarah, ini bukan kali pertama kudeta terjadi. Sejarah Guinea-Bissau telah ditandai dengan beberapa kudeta militer sejak negara itu memperoleh kemerdekaan dari Portugal pada tahun 1974.

Konflik-konflik ini telah merusak infrastruktur dan ekonomi negara, menjadikannya salah satu yang termiskin di dunia.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

OIKN Siapkan Rangkaian Prosesi Penghormatan dan Pemakaman Troy Pantouw

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:25

Tugu Koperasi Tasikmalaya Direvitalisasi Jadi Cagar Budaya Nasional

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:18

BMKG Minta Masyarakat Waspadai Gelombang Tinggi di Beberapa Perairan Indonesia

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:11

Lesley Simpson Racik Drama Psikologis Bunga di Tepi Jurang

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:05

Indonesia Harus Terdepan Gerakkan Dunia Internasional Selamatkan Gaza

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:00

SMRC Catat Kepuasan Publik terhadap Prabowo Turun 30 Persen

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:58

Mantri BRI Jangkau Masyarakat Pegunungan Toraja Utara Hadirkan Layanan Perbankan

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:28

Sudaryono Jangan Sesatkan Publik soal Mitos Telur Penyebab Bisul

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:19

KPK Usut Dugaan Suap ke Pejabat Pemkot Bengkulu

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:12

Kemenkes Perluas Skrining HIV, Putus Rantai Penularan di Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 12:42

Selengkapnya