Berita

Bupati Ngawi Ony Anwar/Net

Nusantara

Ditanya Soal Solusi Minyak Goreng Mahal, Ini Jawaban Bupati Ngawi

SELASA, 01 FEBRUARI 2022 | 18:27 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Masih mahalnya minyak goreng baik curah maupun kemasan membuat banyak pihak kelabakan. Dari mulai ibu rumah tangga hingga pedagang gorengan sama-sama menjerit.

Terlebih, kebijakan pemerintah pusat dengan menyetarakan harga minyak goreng juga belum berdampak secara signifikan di daerah.

Melalui sambungan selular dengan Kantor Berita RMOLJatim, Bupati Ngawi Ony Anwar mengungkapkan penyebab kenaikan harga minyak goreng. Bahwa secara internasional diketahui distribusi menyangkut ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) memang terkendala.


"Ya jadi secara distribusi ekspor kita kan terkendala pengaturan harga dan ini secara internasional ya. Sehingga harga CPO-nya itu terkerek, jadi semua pada ekspor dan akhirnya untuk kebutuhan dalam negeri itu berkurang secara suplainya," terang Ony Anwar, Selasa, (1/2).

Dengan alasan itu ia pun mendengar melalui kebijakan melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) agar semua produsen minyak goreng untuk memenuhi kuota dalam negeri terlebih dahulu.

Kemudian menyangkut polemik di daerah, Ony memastikan untuk harga minyak goreng yang dijual di retail modern sudah ada penyesuaian harga meskipun jumlahnya terbatas.

Namun hal itu berbeda sekali dengan kondisi di pasar tradisional. Sebab, mayoritas pedagang sembako sudah membeli minyak goreng dari distributor dengan harga lama.

"Sehingga ia (pedagang sembako, red) akan menghabiskan barang sesuai harga stok yang lama juga," beber Ony Anwar.

Selebihnya Ony tidak mengelak jika pemerintah pusat sudah menginstruksikan kepada retail modern untuk menyesuaikan harga minyak goreng Rp 14 ribu per liter satu pekan setelah 19 Januari lalu. Sedangkan pasar tradisional diberikan tenggang waktu dua pekan kemudian.

"Makanya setelah tanggal 4 Februari 2022 kita akan menyesuaikan harga dengan melakukan operasi pasar untuk menekan harga minyak goreng itu. Kalau kita operasi pasar sekarang kasihan bagi pedagang yang sudah kulakan dengan harga lama jadi kasihan ia menanggung kerugian juga," tuntasnya.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

KPK Benaran Sakit Jiwa, Gedung Merah Putih Mending untuk Merawat ODGJ

Kamis, 16 Juli 2026 | 19:00

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Cara Cek Status Eligible Magang Kemnaker 2026, Alasan Tidak Lolos Verifikasi

Jumat, 17 Juli 2026 | 20:22

Prabowo Segera Luncurkan Motor Listrik Buatan Anak Bangsa

Jumat, 17 Juli 2026 | 20:19

Panglima: TNI AD Sumbang 55 Persen Produksi Beras Nasional 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 19:53

Profil Slavko Vincic, Wasit Final Piala Dunia 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 19:26

Ini Alasan Kejagung Belum Tahan Febrie Adriansyah

Jumat, 17 Juli 2026 | 19:19

Halaqah Pra Muktamar NU Diawali Khataman Al-Qur'an dan Doa Bersama

Jumat, 17 Juli 2026 | 19:17

Prabowo Putuskan Bangun Minimal 30 Pabrik Bioetanol di Indonesia

Jumat, 17 Juli 2026 | 19:16

Jadwal Final dan Perebutan Posisi 3 Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina, Prancis Tantang Inggris

Jumat, 17 Juli 2026 | 19:07

Pertamina Patra Niaga Bantah Isu Transporter Enggan Salurkan BBM di Sumut

Jumat, 17 Juli 2026 | 18:41

Pramono Buka Jalan Alumni PKM Berdakwah di Masjid Milik Pemprov DKI

Jumat, 17 Juli 2026 | 18:41

Selengkapnya