Berita

Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid/Net

Dunia

Dinilai Lakukan Kebijakan Apartheid pada Palestina, Israel Kecam Amnesty International

SELASA, 01 FEBRUARI 2022 | 09:23 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Israel mengecam Amnesty International atas laporannya yang menyebut Israel memberlakukan kebijakan apartheid pada orang Palestina.

Laporan tersebut belum dirilis. Namun kelompok hak asasi manusia yang berbasis di London itu diperkirakan akan segera menerbitkannya bersama Human Rights Watch dan B'Tselem.

Dikutip dari Al Awsat, laporan tersebut berisi dugaan Israel melakukan kejahatan internasional apartheid terhadap pendudukannya selama hampir 55 tahun di atas tanah Palestina, dan perlakuannya terhadap minoritas Arab di Israel.


Pada Senin (31/1), Israel menyebut laporan tersebut salah, bias, dan antisemit. Israel juga meminta Amnesty International untuk tidak menerbitkan laporan tersebut.  

Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid mengatakan Amnesty International hanyalah organisasi radikal yang menggemakan propaganda, tanpa memeriksa fakta secara serius. Ia juga mengatakan kelompok tersebut menggemakan kebohongan yang sama yang dibagikan oleh organisasi teroris.

"Israel tidak sempurna, tetapi kami adalah negara demokrasi yang berkomitmen pada hukum internasional, terbuka untuk kritik, dengan pers yang bebas dan sistem peradilan yang kuat dan independen,” kata Lapid.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan, Amnesty International menyangkal hak negara Israel untuk hidup sebagai negara bangsa orang-orang Yahudi.

“Bahasa ekstremis dan distorsi konteks sejarah dirancang untuk menjelekkan Israel dan menuangkan bahan bakar ke api antisemitisme,” tambahnya.

Baik Human Rights Watch maupun B'Tselem tidak membandingkan Israel dengan Afrika Selatan, tempat sistem apartheid diberlakukan dari 1948 hingga awal 1990-an berlandaskan supremasi kulit putih.

Sebaliknya, mereka mengevaluasi kebijakan Israel berdasarkan konvensi internasional seperti Statuta Roma, yang mendefinisikan apartheid sebagai rezim yang dilembagakan dari penindasan dan dominasi sistematis oleh satu kelompok ras atas kelompok ras lainnya.

Mereka berpendapat bahwa berbagai kebijakan Israel di wilayah di bawah kendalinya bertujuan untuk melestarikan mayoritas Yahudi, dengan secara sistematis menyangkal hak-hak dasar orang Palestina. Israel mengatakan kebijakannya bertujuan untuk memastikan kelangsungan hidup dan keamanan satu-satunya negara Yahudi di dunia.

Pengadilan Kriminal Internasional sudah menyelidiki potensi kejahatan perang yang dilakukan oleh Israel dan militan Palestina di wilayah pendudukan.

Setelah perang Gaza tahun lalu, Dewan Hak Asasi Manusia PBB membentuk komisi penyelidikan permanen untuk menyelidiki pelanggaran di Israel, Tepi Barat dan Gaza, termasuk diskriminasi dan penindasan sistematis berdasarkan identitas nasional, etnis, ras atau agama.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya