Berita

Mantan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani/Net

Dunia

PBB: Lebih dari 100 Mantan Pejabat Pemerintahan Terdahulu Dibunuh Taliban

SENIN, 31 JANUARI 2022 | 14:54 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Lebih dari 100 mantan pejabat pemerintahan Afghanistan dibunuh oleh pejuang Taliban sejak kelompok tersebut mengambil alih negara pada pertengahan Agustus tahun lalu.

Mereka juga termasuk pasukan keamanan dan staf yang bekerja pada pasukan internasional di era pemerintahan Presiden Ashraf Ghani.

Data tersebut tertuang dalam laporan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Antonio Guterres kepada Dewan Keamanan PBB pada Minggu (30/1).


Sebanyak lebih dari dua pertiga di antaranya dieksekusi di luar proses hukum, meski Taliban sudah mengumumkan amnesti umum bagi mereka yang bekerja di bawah pemerintahan Ghani.

"Misi PBB di Afghanistan juga menerima tuduhan kredibel atas pembunuhan di luar proses hukum terhadap sedikitnya 50 orang yang diduga berafiliasi dengan ISIL-K." kata Guterres dalam laporan tersebut, seperti dikutip Associated Press.

Di samping itu, PBB juga mencatat adanya penghilangan paksa dan pelanggaran hak lainnya yang dialami oleh mantan anggota pemerintahan terdahulu.

Laporan tersebut juga menyoroti bahwa aktivis HAM hingga pekerja media diserang, diintimidasi, dilecehkan, dan ditangkap secara sewenang-wenang oleh Taliban.

Delapan aktivis meninggal dunia, tiga oleh Taliban dan tiga oleh ISIS. Sementara 10 lainnya ditangkap. Dua wartawan meninggal dunia, satu oleh ISIS, dan dua lainnya teluka.

Taliban menguasai sebagian besar Afghanistan ketika Amerika Serikat dan NATO menarik pasukannya. Taliban memasuki Kabul pada 15 Agustus tanpa perlawanan dari tentara Afghanistan. Sedangkan Presiden Ghani melarikan diri.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya