Berita

Jurnalis asal Selandia Baru, Charlotte Bellis/Net

Dunia

Frustasi Ditolak Pulang ke Selandia Baru, Jurnalis yang Tengah Hamil Justru Dapat Pertolongan dari Taliban

MINGGU, 30 JANUARI 2022 | 16:22 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Ketika dunia sibuk mempertanyakan Taliban atas jaminan hak-hak perempuan, seorang jurnalis asal Selandia Baru, Charlotte Bellis memiliki pengalaman ironis.

Di tengah rasa frustasi karena tidak bisa pulang ke Selandia Baru lantaran pembatasan Covid-19, Bellis mendapatkan secercah harapan dengan bantuan dari Taliban.

Kisahnya itu Bellis terbitkan lewat sebuah kolom di The New Zealand Herald pada Sabtu (29/1).


Bellis adalah seorang jurnalis Al Jazeera di Afghanistan. Ia mengatakan tidak menyadari kehamilannya sampai ia tiba di kantor perusahaan media tersebut di Doha, Qatar.

Berdasarkan aturan, ilegal bagi seorang perempuan yang tidak menikah hamil di Qatar. Alhasil, Bellis merahasiakan kehamilannya dan berusaha kembali pulang.

Tetapi Bellis diberi tahu bahwa ia tidak memenuhi syarat untuk bisa masuk ke Afghanistan.

Di tengah keterbatasannya, ia menelepon seorang senior Taliban dan diberitahu bahwa ia bisa melahirkan di Afghanistan.

"Kami senang untuk Anda. Anda bisa datang dan Anda tidak akan mendapatkan masalah," kata Bellis, mengutip perkataan Taliban.

"Mereka juga mengatakan 'Jangan khawatir. Semuanya akan baik-baik saja'," lanjut Bellis.

Bellis mengatakan, sangat ironis bahwa ia pernah menanyai Taliban tentang perlakuan mereka terhadap wanita, dan dia sekarang mengajukan pertanyaan yang sama kepada pemerintahnya sendiri.

"Ini terasa seperti pelanggaran kepercayaan. Ketika Taliban menawarkan Anda, seorang wanita hamil yang belum menikah, tempat yang aman, Anda tahu situasi Anda kacau," ujarnya.

Setelah kisahnya diterbitkan, Bellis mengaku telah dihubungi oleh pejabat Selandia Baru dan mengatakan permohonannya untuk pulang sedang ditinjau kembali.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya