Berita

Komunitas Pecinta Mas Anies atau "Kopi Manis"/Ist

Politik

Berawal dari Diskusi, 'Kopi Manis' Deklarasi Anies Baswedan Pemimpin Bangsa

JUMAT, 28 JANUARI 2022 | 18:34 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Komunitas Pecinta Mas Anies atau "Kopi Manis" mendeklarasikan dukungan untuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menjadi pemimpin bangsa.

Koordinator Nasional Kopi Manis Subandi mengatakan, komunitas yang dideklarasikan pada Kamis (27/1) ini, sudah membentuk perwakilan dari empat provinsi yaitu DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat dan Sulawesi Selatan.

Dikatakan Subandi, deklarasi komunitas merupakan hasil dari suatu diskusi dnegan melihat rekam jejak dan latar belakang sejarah Anies Baswedan.


"Berawal dari diskusi ringan dan penilaian terhadap seorang Anies Baswedan yang saat ini masih menjadi Gubernur DKI Jakarta dan merupakan cucu dari salah seorang pahlawan nasional yang berperan aktif memperkenalkan kemerdekaan Indonesia," ujar Subandi dalam keterangannya, Jumat (28/1).

Selain soal rekam jejak, Subandi menyampaikan, komunitas itu juga melihat bagaimana cara Anies Baswedan dengan kepribadiannya kemudian mampu bergaul dan dekat dengan masyarakat.

"Anies juga seorang yang sangat humanis, tutur kata yang santun, murah senyum, memiliki pengendalian emosional yang sangat baik, sehingga kata dan kalimat yang diucapkan tidak pernah bernuansa rasis, sara dan menyakiti pihak manapun," katanya.

Lanjutnya, saat deklarasi itu juga disampaikan aturan bagi anggota komunitas supaya tetap berjalan dengan tertib dan tidak membuat kegaduhan di ruang-ruang publik.

"Aturannya itu, pertama dilarang memposting keburukan pihak manapun, dilarang saling menjelekan sesama anggota komunitas dan dilarang memposting hal-hal yang terkait sara, berita hoax, ujaran kebencian," pungkasnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Gugurnya Prajurit Jadi Panggilan Indonesia Tak Lagi Jadi Pemain Cadangan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:20

Aktivis KontraS Ungkap Kondisi Terkini Andrie Yunus di RSCM

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:19

Trump Ngotot akan Tetap Hancurkan Listrik dan Semua Pabrik di Iran

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:17

KPK Kembangkan Kasus Suap Importasi

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:09

Pertamina Bantah Kabar Harga Pertamax Tembus Rp17 Ribu per Liter

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:02

Siang Ini Jakarta Diprediksi Kembali Hujan Ringan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:00

Tiga Prajurit RI Gugur di Lebanon, Menlu Desak DK PBB Rapat Darurat

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:45

Transparansi Terancam: 37 Ribu Pejabat Belum Serahkan LHKPN

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:40

Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Dilimpahkan ke Puspom TNI

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:27

Gibran Didorong Segera Berkantor di IKN Agar Tak Mubazir

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:18

Selengkapnya