Berita

Direktur Pusat Riset Politik Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam/Net

Politik

Komitmen Firli Bahuri Dalami Laporan Ubedilah Badrun Akan Jadi Catatan Prestasi Luar Biasa KPK

JUMAT, 28 JANUARI 2022 | 08:26 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Komitmen Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri untuk mendalami keterangan Dosen UNJ Ubedilah Badrun dalam dugaan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dua putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep mendapat banyak apresiasi publik.

Komitmen untuk mengusut kasus ini hingga menjadi terang benderang, kata Direktur Pusat Riset Politik Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam, akan menjadi catatan prestasi luar biasa bagi kepemimpinan Firli di KPK.

"Karena kita tahu KPK pada era sebelumnya apabila menyangkut dugaan keterlibatan keluarga presiden belum pernah dilakukan pemeriksaan bahkan pengusutan," ujar Saiful kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (28/1).


Menurut Saiful, penyelesaian kasus dua anak presiden juga akan menjadi bukti equality before the law di negeri ini benar-benar dilaksanakan dengan baik.   

“Jadi tidak ada pengecualian pada anak presiden. Semua benar-benar sama di depan hukum,” tegasnya seraya yakin komitmen dalam kasus ini akan membuat elektabilitas Firli Bahuri meroket.

Firli Bahuri telah menyatakan akan mendalami keterangan dari Dosen UNJ Ubedilah Badrun untuk dugaan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dua putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep.

“Kita lakukan pendalaman apa yang dilaporkan, yang terkait bukti-bukti permulaan apa yang dimiliki,” ucap Firli Bahuri kepada wartawan, Rabu (26/1).

Setelah mendalami keterangan yang disampaikan Ubedilah Badrun, Firli berjanji pihaknya akan mengungkapkan kepada publik hasil kesimpulannya.

“Tentu akan kita uji, nanti akan kita beri kesimpulan, tentu ini adalah proses dan kami pastikan KPK akan menyampaikan kepada publik pada saatnya,” demikian Firli.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya