Berita

Unjuk rasa emak-emak di Pekalongan yang memprotes penyaluran bansos yang salah sasaran/RMOLJateng

Nusantara

Gegara Bansos Nyasar, Puluhan Emak-emak Geruduk Balai Desa di Pekalongan

SENIN, 24 JANUARI 2022 | 10:55 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Puluhan emak-emak menggeruduk Balai Desa Rembun, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Senin (24/1). Mereka memprotes pembagian bantuan sosial (bansos) yang salah sasaran.

Aksi emak-emak ini jadi tontonan masyarakat, karena lokasi balai desa yang tepat di jalur Pantura Pekalongan-Pemalang.

Emak-emak yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Rembun Meningkatkan Taraf Hidup itu membentangkan sejumlah poster bernada protes. Ada yang bertuliskan "Mending aku dasteran suwek timbang Kowe numpan duwe PCX PkH mok delepi" (Lebih baik aku pakai daster sobek daripada kamu naik PCX tapi PKH kamu tilep).


Lalu juga ada sindiran "Kowe Sneneng Aku Yo Podo pingin Seneng Ra" (Kamu senang, aku juga ingin senang juga).

"Tidak adil, masak orang yang punya tiga hingga empat sepeda motor dapat Bantuan Langsung Tunai (BLT)," sindir Nur Faizah (55) di depan balai desa, dikutip Kantor Berita RMOLJateng, Senin (24/1).

Ia mengatakan banyak bantuan yang tidak tepat sasaran. Bahkan warga yang kategori mampu masuk program bantuan pemerintah semisal Program Keluarga Harapan (PKH) hingga BLT.

Warga lainnya, Maryati (52), juga tampak emosi. Ia mengatakan, banyak yang lebih membutuhkan justru tidak dapat.

"Alasannya data dari pusat, jadi kalau mau ngusulkan bagaimana," tuturnya.

Tidak hanya itu, ada dugaan perangkat desa yang juga menerima program bansos pemerintah. Hal itu turut menambah emosi para warga.

Tuntutan emak-emak ini agar penerima bansos kategori mampu untuk mundur. Lalu, penyaluran bansos harus sesuai sasaran.

Hingga berita ini diturunkan, perwakilan warga masih bermediasi dengan pihak kelurahan, kecamatan, dan Polsek.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya