Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Pengakuan Pekerja LSM Perempuan Afghanistan: Akan Ditembak Jika Tidak Mengenakan Burqa

SABTU, 22 JANUARI 2022 | 11:56 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Hak-hak warga Afghanistan, terutama perempuan dan anak perempuan terus menjadi perhatian dunia sejak Taliban kembali berkuasa pada Agustus setelah menggulingkan pemerintah yang didukung AS.

Kaum perempuan seolah terjepit dari kehidupan publik dan sebagian besar dilarang dari pekerjaan pemerintah, sementara sebagian besar sekolah menengah untuk anak perempuan ditutup.

Kisah-kisah tersebut juga dialami para pekerja LSM perempuan di provinsi barat laut Afghanistan yang mengaku akan ditembak polisi Syariah Afghanistan jika mereka tidak mengenakan burqa.


Pengakuan tersebut disampaikan dua anggota staf yang tidak disebutkan namanya kepada AFP.

Kepada media tersebut dua pekerja LSM internasional di pedesaan provinsi Badghis bahwa cabang lokal dari Kementerian Amar Maruf Nahi Munkar bertemu dengan kelompok-kelompok bantuan pada hari Minggu.

"Mereka memberi tahu kami, jika staf wanita datang ke kantor tanpa mengenakan burqa, mereka akan menembak para perempuan itu," kata seorang yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena alasan keamanan.

"Perempuan juga harus didampingi untuk bekerja oleh wali laki-laki," tambahnya.

Sumber LSM kedua mengkonfirmasi peringatan tersebut.

"Mereka juga mengatakan mereka akan datang ke setiap kantor tanpa pemberitahuan sebelumnya untuk memeriksa apakah peraturan telah diikuti," katanya kepada AFP.

Pemberitahuan kepada LSM yang dilihat AFP tidak menyebutkan ancaman penembakan tetapi memerintahkan perempuan untuk menutupi.

Wanita di Afghanistan yang sangat konservatif umumnya menutupi rambut mereka dengan syal, sementara burqa yang diwajibkan di bawah rezim pertama Taliban, dari tahun 1996 hingga 2001 masih banyak dipakai, terutama di luar ibu kota Kabul.

Taliban sebagian besar menahan diri dari mengeluarkan kebijakan nasional yang memicu kemarahan di luar negeri, alasannya ingin mendapatkan pengakuan luar negeri dan pencairan aset beku.

Sementara pejabat provinsi, bagaimanapun, telah mengeluarkan berbagai pedoman dan dekrit berdasarkan interpretasi lokal hukum Islam dan adat Afghanistan.

Di ibukota pada hari Jumat, kelompok Taliban melakukan demonstrasi dengan sekitar 300 pria, yang meneriakkan “Kami menginginkan hukum Syariah.”

Sambil memegang poster-poster perempuan bercadar, massa menuduh aktivis hak-hak perempuan yang turun ke jalan sebagai “tentara bayaran.”

Awal bulan ini, poster-poster ditempel di kafe dan toko di Kabul yang memerintahkan wanita Afghanistan untuk menutupi wajahnya, diilustrasikan dengan gambar burqa.

Perempuan dilarang tampil dalam drama televisi dan harus didampingi oleh wali laki-laki dalam perjalanan antar kota.

Protes kecil dan tersebar telah pecah menuntut hak-hak perempuan, yang telah meningkat sedikit selama 20 tahun terakhir di negara Muslim patriarki tersebut.

Namun, beberapa aktivis mengatakan kepada AFP bahwa mereka bersembunyi di ibu kota minggu ini setelah serangkaian penggerebekan yang berujung pada penangkapan tiga wanita.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Prabowo Instruksikan Harga Minyak Nonsubsidi Turun Ikuti Harga ICP

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:57

Gerakan Koperasi Kerakyatan Soemitro Didorong Jadi Syarat Seleksi Manajerial KDMP

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:46

Merawat Konstitusi

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:42

DKI-Bali Perkuat Kerja Sama, Obligasi Daerah Jadi Bahasan Utama

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:34

Tak Benar soal Surpres Pergantian Kapolri

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:31

Gagah saat Malak, Mendadak Ingat Anak-Istri Waktu Mau Dipecat

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:25

Harus Ada Langkah Konkret Atasi Kerugian Peternak Ayam Akibat Pemadaman Listrik

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:23

Prabowo Lepas Kepulangan PM Tailan dari Lanud Halim

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:20

Jalur Wisata Bromo Ditutup Total Gegara Kebakaran Hutan di TNBTS

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:11

IHSG Terbang 1,37 Persen ke 6.319

Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:44

Selengkapnya