Berita

Ilustrasi kursi/Net

Politik

Survei Warna: 37 Persen Publik Inginkan Pemimpin Sipil dan 29,7 Persen dari Kelompok Militer/Polri

JUMAT, 21 JANUARI 2022 | 11:48 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Masyarakat Indonesia masih menginginkan agar pucuk pimpinan negeri dipimpin kelompok sipil. Sebagaimana hasil survei terbaru yang dirilis Warna Research Center (WRC), sebanyak 37 persen responden menginginkan hal tersebut.

"Latar belakang Militer/Polri sudah tidak lagi menjadi keterpopuleran bagi masyarakat dalam memilih calon presiden, masyarakat lebih cenderung memilih calon presiden dari sipil ,” ujar Direktur Eksekutif WRC Rinjani Dwi dalam keterangannya, Jumat (21/1).

Rinjani mengatakan kecenderungan masyarakat untuk memilik calon pemimpin dari kalangan sipil telah nampak sejak pilpres 2014 dan berlanjut di 2019. Di mana Jokowi mengantongi suara terbanyak yang kala itu melawan Prabowo dengan latar belakang militer.


"Survei menunjukkan bahwa 37,1 persen menginginkan pemimpin dari kalangan sipil, sementara yang menginginkan pemimpin dari kalangan militer/polri sebesar 29,7 persen. Sedangkan yang tidak mempedulikan pemimpin dari kalangan sipil atau militer sebesar 29,7 persen,” tandasnya.

Survei digelar pada 2 Januari 2022 hingga  15 Januari 2022 dengan metode multistage random sampling, melibatkan 2435 responden yang diwawancarai secara tatap muka serta komunikasi telepon secara proposional penyebarannya di 34 provinsi.

Margin of error surveinya 2,2 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya