Berita

Ketua DPW Nasdem Sumut Iskandar ST/RMOLSumut

Politik

Banyak Kepala Daerah Tersandung Korupsi, Nasdem Sumut: Mahar Politik Salah Satu Penyebabnya

JUMAT, 21 JANUARI 2022 | 03:30 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Fenomena Operasi Tangkap Tangan (OTT)  yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan korupsi kepala daerah masih saja terus terjadi.

Padahal sudah banyak contoh kepala daerah atau pejabat pemerintahan yang dipenjara akibat tersandung kasus korupsi.

Akan tetapi, contoh ratusan pejabat yang sudah menjalani hukuman karena kasus korupsi ini seakan tak membuat efek jera bagi pejabat lain agar tidak melakukan  tindakan yang sama. Tak heran maraknya kepala daerah yang terjaring OTT oleh KPK masih terus terjadi.


Menanggapi fenomena ini, Ketua DPW Nasdem Sumut, Iskandar ST, menyampaikan rasa prihatin terhadap kepala daerah atau pejabat pemerintahan yang terjaring OTT tersebut.

Menurut pandangan Nasdem, kata Iskandar, ada beberapa faktor yang membuat banyak kepala daerah di tanah air, khususnya Sumut, terjerat kasus korupsi yang ditangani penegak hukum. Baik itu dari Kepolisian, Kejaksaan, dan khususnya KPK.

Lanjut Iskandar, satu di antara penyebabnya diduga adanya mahar politik untuk membeli kursi, sebagai syarat pencalonan kepala daerah dalam mengikuti kontestasi di Pilkada.

Mahar politik itulah yang nantinya akan menjadi beban berat bagi kepala daerah karena nilainya cukup besar. Bahkan merupakan biaya terbesar dari dana yang harus disiapkan calon kepala daerah dalam mengikuti Pilkada.

"Akhirnya, untuk mengembalikan apa yang sudah dikeluarkan dari mahar politik itu. Maka yang bersangkutan berpeluang besar untuk melakukan korupsi setelah menjabat. Sehingga kasus OTT seperti ini akan terus terjadi," papar Iskandar saat diwawancarai wartawan di Kantor DPW Nasdem Sumut, Rabu (19/1).

Menurut Iskandar, istilah mahar politik ini bukan hal awam lagi. Besaran jumlahnya pun diduga bisa mencapai puluhan miliar.

"Sudah banyak orang yang mengaku kepada kita terkait hal itu (mahar politik). Nah, menurut Nasdem, salah satu penyebab maraknya OTT kepada kepala daerah adalah mahar politik," tegasnya, dikutip Kantor Berita RMOLSumut.

"Tapi harus digarisbawahi, yang saya sebut ini adalah salah satu penyebabnya, bukan satu-satunya penyebab," sambungnya.

Ketika disinggung apakah Partai Nasdem memberlakukan mahar politik kepada calon kepala daerah yang diusung? Dengan tegas Iskandar mengatakan, Nasdem adalah partai politik tanpa mahar.

Untuk itu, Partai Nasdem mengharapkan kepada kepala daerah yang diusung dan sekarang sudah menjabat agar tidak terlibat korupsi. Apalagi dia merupakan kader partai.

"Karena mereka diusung tanpa mahar. Jadi, tidak ada lagi alasan untuk korupsi. Jika masih terlibat, maka akan langsung kita pecat sebagai kader," kata Iskandar.

Seperti disampaikan Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron, ada 429 kepala daerah hasil Pilkada yang terjerat kasus korupsi. Jumlah ini bahkan masih berpotensi terus bertambah.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

TNI Siap Turunkan Penerjun Khusus Padamkan Api Karhutla

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:50

KDKMP Upaya Merebut Kedaulatan Rakyat Atas Pasar

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:34

Pemerintah Kembali Kirim Bantuan ke NTT dan Kalimantan, dari Logistik hingga 500 Mesin Pompa Air

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:30

Sri Purwanti Bangun Bisnis Kuliner Halal Citarasa Nusantara di Taiwan

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:26

Rupiah Melemah, Sanksi Baru AS ke Iran jadi Biang Kerok

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:13

Prabowo Dorong Uji Coba Ubi Bombing untuk Atasi Karhutla

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:43

El Nino Sangat Kuat, Jangan Bakar Lahan untuk Land Clearing

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:42

Rumor 62,2 Persen Saham BYAN Warning bagi Pasar Modal

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:40

Pencemaran Berulang, DPR Desak Sumber Limbah Pencemar Kali Bekasi Diusut

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:40

Bioskop Jaksinema Hadir di Pasar Rumput, Tiket Cuma Rp15 Ribu

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:28

Selengkapnya