Berita

Kampanye jelang pemilu di Portugal akhir Januari 2022/Net

Dunia

Portugal Izinkan Pemilih dengan Covid-19 Meninggalkan Rumah pada Hari Pemungutan Suara

KAMIS, 20 JANUARI 2022 | 00:59 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemilih Portugal yang terdeteksi terpapar Covid-19, meski sedang diisolasi, diizinkan untuk meninggalkan rumah untuk memberikan suara mereka dalam pemilihan cepat yang akan digelar pada 30 Januari mendatang.

Pengumuman itu disampaikan oleh pemerintah Portugal pada Rabu (19/1). Pengumuman itu datang sehari setelah Portugal, yang hampir 90 persen dari 10 juta penduduknya telah diinokulasi penuh, melaporkan rekor harian 43.729 infeksi Covid-19. Lonjakan kasus terbaru ini dipicu oleh varian Omicron yang menyebar cepat.

Menteri Dalam Negeri Portugal Francisca Van Dunem mengatakan bahwa pemilih yang dikarantina hanya boleh pergi ke tempat pemungutan suara dari pukul 6 sore hingga 7 malam. Karena itu, ia mendesak mereka yang tidak terinfeksi Covid-19 untuk pergi sebelum periode itu.


Meski begitu, rekomendasi itu tidak wajib. Selain itu, para pmeilih yang datang harus memakai masker, menjaga jarak sosial dan hanya bisa keluar rumah untuk memilih.

Selain itu, staf yang bekerja di tempat pemungutan suara akan diberikan peralatan pelindung.

"Kami membutuhkan pakta sosial yang memungkinkan setiap orang untuk memilih dengan aman," kata Van Dunem, seperti dimuat Channel News Asia.

Ia juga meminta mereka yang terisolasi untuk tidak naik transportasi umum ke tempat pemungutan suara, tetapi berjalan kaki atau menggunakan kendaraan mereka sendiri.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Ditjenkes, Graca Freitas mengatakan tidak akan ada daerah yang ditentukan bagi mereka yang terinfeksi Covid-19 untuk memilih dan mereka tidak akan diminta untuk menunjukkan bukti status kesehatan mereka di tempat pemungutan suara.

"Solusi memiliki periode waktu khusus bagi orang-orang ini untuk memilih, akan mencegah, tidak sepenuhnya, tetapi akan meminimalkan risiko penularan," kata Freitas.

Populer

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Cara Daftar Mudik Gratis BUMN 2026 Lengkap Beserta Syaratnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:04

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

UPDATE

ASEAN di Antara Badai Geopolitik

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:44

Oknum Brimob Bunuh Pelajar Melewati Batas Kemanusiaan

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:32

Bocoran Gedung Putih, Trump Bakal Serang Iran Senin atau Selasa Depan

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:24

Eufemisme Politik Hak Dasar Pendidikan

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:22

Pledoi Riva Siahaan Pertanyakan Dasar Perhitungan Kerugian Negara

Minggu, 22 Februari 2026 | 18:58

Muncul Framing Politik di Balik Dinamika PPP Maluku

Minggu, 22 Februari 2026 | 18:22

Bank Mandiri Perkuat UMKM Lewat JuraganXtra

Minggu, 22 Februari 2026 | 17:51

Srikandi Angudi Jemparing

Minggu, 22 Februari 2026 | 17:28

KPK Telusuri Safe House Lain Milik Pejabat Bea Cukai Simpan Barang Haram

Minggu, 22 Februari 2026 | 16:43

Demi Pengakuan, Somaliland Bolehkan AS Akses Pangkalan Militer dan Mineral Kritis

Minggu, 22 Februari 2026 | 16:37

Selengkapnya