Berita

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan/Repro

Politik

Kematian Omicron Nol, Luhut Prediksi Potensi Kenaikan Kasus Lebih Tinggi Terjadi di DKI Jakarta

MINGGU, 16 JANUARI 2022 | 20:24 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Angka kematian akibat pandemi Covid-19 di Indonesia diklaim belum ada yang diakibatkan oleh Omricon. Namun, pemerintah memprediksi peningkatan kasus berpotensi naik lebih tinggi di Provinsi DKI Jakarta.

Begitu yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan saat menyampaikan update penanganan pandemi Covid-19 melalui virtual, Minggu sore (16/1).

"Perlu kami sampaikan bahwa hingga saat ini, kasus kematian masih terus terjaga, meskipun terjadi peningkatan kasus yang cukup signifikan. Namun sampai hari ini belum ada angka kematian akibat Omicron," ujar Luhut seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Minggu petang (16/1).


Di mana per hari ini, angka kematian se-Indonesia akibat Covid-19 sebanyak tiga kasus dengan total 144.170 selama pandemi Covid-19 di Indonesia.

"Namun berkaca dari negara lain, gelombang Omicron dapat meningkat dengan cepat. Berdasarkan proyeksi yang kami lakukan, kami kembali memprediksi bahwa peningkatan kasus berpotensi naik lebih tinggi di Provinsi DKI Jakarta jika kita semua tidak hati-hati," jelas Luhut.

Sehingga kata Luhut, semua pihak memiliki tanggung jawab untuk mencegah peningkatan kasus Covid-19.

"Ini adalah alarm bagi kita semuanya untuk mulai kembali awas memasuki varian baru Covid-19. Jangan mempersoalkan yang tidak perlu dipersoalkan, saya titip ini. Jangan kita berdebat," kata Luhut.

Apalagi, pemerintah kata Luhut, sudang mendiskusikan dengan para pakar kesehatan berbagai bidang ilmu dengan melibatkan 12 pakar pada Sabtu (15/1).

"Sehingga apa yang kita buat keputusan sekarang ini juga berangkat dari masukan bapak-bapak dan ibu-ibu, profesor-profesor yang terlibat dalam bidang ilmu, juga dihadiri Menteri Kesehatan dan jajarannya," kata Luhut.

Khusus untuk wilayah lain di Jawa-Bali kata Luhut, kasus di Provinsi lain di luar Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, relatif lebih terjaga.

"Namun penyebaran kasus diprediksi juga akan menyebar lebih cepat mengingat mobilitas yang terjadi di Jawa Bali sudah sangat tinggi sekali," pungkas Luhut.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Jutaan Orang Tak Sadar Terkena Diabetes

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:17

Kejati Sumut Lepaskan Tersangka Penadahan Laptop

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:00

Sektor Energi Indonesia Siap Menggebrak Melalui Biodisel 50 Persen dan PLTN

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:35

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

Pasal Pembuka, Pasal Pengunci

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:21

Eggi Sudjana Perburuk Citra Aktivis Islam

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:19

Pratikno dan Jokowi Harus Dihadirkan di Sidang Sengketa Ijazah KIP

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:03

Dugaan Pengeluaran Barang Ilegal di Cileungsi Rugikan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:45

Eggi Sudjana Konsisten Meyakini Jokowi Tak Punya Ijazah Asli

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:15

Selengkapnya