Berita

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri/Net

Politik

PDIP Bisa Kalah, Megawati Tidak akan Rela Jokowi Wakili Prabowo di Pilpres 2024

MINGGU, 16 JANUARI 2022 | 18:27 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Muncul wacana Prabowo Subianto disandingkan dengan Joko Widodo untuk bertarung di perhelatan pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Bahkan beredar selebaran deklarasi dukungan pada keduanya.

Sejumlah kalangan berpendapat hal tersebut mustahil terjadi, terlebih saat ini Prabowo merupakan anak buah Jokowi di pemerintahan.

Pengamat politik M. Qodari menyampaikan Jokowi nampaknya tidak akan mungkin menjadi wakil Prabowo. Jika dalam hitungan politiknya, PDI Perjuangan pun tidak akan sudi kader bintangnya dijadikan nomor dua pada pilpres 2024 mendatang.


"Karena kalau pasangannya adalah Prabowo-Jokowi maka yang akan menjadi pemenang pemilu legislatif adalah Gerindra, partai yang didirikan dan dipimpin oleh Pak Prabowo. Posisi PDIP sebagai di partai pemenang Pemilu akan turun bergeser karena kalah populer oleh Partai Gerindra,” ucap Qodari, Minggu (16/1).

Dia menambahkan, PDIP akan menjadi kendala besar jika pasangan calon Prabowo-Jokowi maju dalam pertarungan Pilpres mendatang. Sebab, PDIP sejauh ini masih ingin membangun skenario tunggal dengan mengusung paket pasangan Prabowo-Puan Maharani.

"Karena apa? Karena kalau Prabowo-Puan maka yang akan menjadi pemenang Pemilu legislatif adalah Partai Gerindra,” ucapnya.

Ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri, tambah Qodari tidak akan rela menempatkan Jokowi di posisi kedua. Hal itu akan menjadikan partai banteng moncong putih akan turun derajatnya dikangkangi Gerindra.

"Jadi apakah bisa atau enggak tanya dengan Bu Megawati. Tapi saya menduga Bu Mega cenderung tidak mau karena apa? Karena PDIP-nya akan kalah,” tutupnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya