Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Kekerasan Seksual Bagai Gunung Es, Nasdem Buka Posko Pengaduan di Seluruh Indonesia

MINGGU, 16 JANUARI 2022 | 10:26 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kasus kekerasan seksual terus bertambah setiap harinya. Tetapi bagai gunung es, ada lebih banyak kasus yang belum terlaporkan.

Sepanjang tahun 2021, ribuan kasus kekerasan seksual, utamanya kepada perempuan, telah tercatat. Kasus-kasus tersebut dilaporkan oleh korban atau orang sekitar.

Namun untuk menguak lebih banyak lagi kasus yang belum terlaporkan, Ketua DPP Partai Nasdem Bidang Perempuan dan Anak Amelia Anggraini berinisiatif untuk membuka Posko Pengaduan Kekerasan Seksual di seluruh Indonesia.


"Kekerasan seksual yang tidak terlapor tidak bisa dianggap remeh. Oleh karenanya kami membuat Posko Pengaduan Kekerasan Seksual di seluruh Indonesia," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Minggu (16/1).

Rencananya, Posko Pengaduan Kekerasan Seksual tersebut akan diluncurkan secara simbolis di Kantor DPW Partai Nasdem DKI Jakarta pada Selasa (18/1) pukul 13.00 WIB.

Kegiatan sendiri dilakukan secara hybrid. Semua elemen internal partai di seluruh Indonesia akan turut hadir secara daring.

"Upaya ini dilakukan karena Nasdem ingin all out dalam upaya penghapusan kekerasan seksual yang terjadi di Indonesia," tambah anggota DPR periode 2014-2019 itu.

Amel mengatakan, program ini merupakan kerja kolaborasi antara elemen internal seperti badan Advokasi Hukum Partai Nasdem (BAHU), Garda Wanita Malahayati (Garnita), DPW seluruh Indonesia, serta dari eksternal, yaitu Rumah Aman.

Nantinya, ia menjelaskan, Posko Pengaduan Kekerasan Seksual akan ada di setiap Kantor DPW Partai Nasdem di masing-masing provinsi.

Masyarakat bisa langsung datang ke posko untuk mendapatkan layanan pendampingan hukum, konsultasi, serta layanan pemulihan mental jangka pendek.

Di samping itu, politisi asal Bengkulu ini juga menjamin kerahasiaan data pelapor. Jaminan itu diberikan agar penyintas kekerasan seksual merasa aman untuk mengadukan kasus kekerasan seksual yang telah dialami.

“Menceritakan kejadian yang traumatis itu perlu kita akui sangat sulit, terlebih stigma negatif akan menjadi cap seumur hidup bagi korban kekerasan seksual. Oleh karenanya, kita akan jamin kerahasiaan data dari para pengadu di setiap posko," tegasnya.

Amel berharap, para penyintas kekerasan seksual dapat berani berbicara, mengungkap betapa mengerikannya angka dan dampak dari kekerasan seksual.

Selain melalui Posko Pengaduan Kekerasan Seksual, Amel juga berkomitmen bahwa Partai Nasdem konsisten berjuang melawan kekerasan seksual secara politis di DPR.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya