Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Meski Terhambat Penimbunan Vaksin, COVAX Sudah Distribusikan 1 Miliar Dosis

MINGGU, 16 JANUARI 2022 | 09:55 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Program berbagi vaksin global, COVAX, mencapai tonggak sejarah dengan mengirim 1 miliar dosis vaksin Covid-19.

Sejak diluncurkan pada 2020, COVAX yang dikelola Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Gavi, berusaha mencapai tujuan memberikan 2 miliar dosis vaksin Covid-19 pada akhir tahun 2021.

Tetapi tujuan itu terhambat dengan penimbunan vaksin oleh negara-negara kaya, pembatasan ekspor, dan perubahan internal di dalam organisasi.


Tetapi pada kuartal terakhir pengiriman telah meningkat secara eksponensial, memungkinkan COVAX mencapai tonggak sejarah pengiriman 1 miliar dosis ke 144 negara, seperti dikutip Reuters.

Program ini mulai memberikan dosis vaksin pada Februari 2021. Sekitar sepertiga merupakan sumbangan dari negara-negara kaya, meskipun rencana awal COVAX hanya memasok suntikan yang diperoleh langsung oleh program dengan anggaran lebih dari 10 miliar dolar AS dalam dana donor.

Perubahan strategi telah menyebabkan penundaan, karena donor sering meminta untuk mengirim dosis ke negara-negara yang dipilih oleh mereka.

Meskipun lonjakan pengiriman baru-baru ini, ketidakadilan vaksin tetap tinggi.

Data WHO terbaru menunjukkan 67 persen populasi di negara kaya telah divaksinasi lengkap, dibandingkan dengan hanya 5 persen di negara miskin. Secara keseluruhan, lebih dari 40 persen populasi dunia belum menerima dosis pertama.

COVAX berencana mencapai tujuan WHO untuk memvaksinasi 70 persen populasi di negara-negara miskin pada Juli tahun ini.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya