Berita

Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad/Net

Politik

Kamrussamad Minta Pemerintah Cek Riwayat Pajak Pengusaha Pengusul Pemilu 2024 Ditunda

SELASA, 11 JANUARI 2022 | 23:16 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pernyataan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia suarakan Pemilu ditunda hingga 2027 atas permintaan kalangan penguasaha menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad menyampaikan selama pandemi Covid-19 melanda Indonesia, para pelaku usaha telah diberikan sejumlah insentif oleh pemerintah.

“Dunia usaha saat pandemi telah diberikan berbagai insentif kebijakan mulai restrukturisasi pinjaman di perbankan selama 4 tahun sejak Maret 2020- sampai Maret 2023. Hingga Penjaminan kredit modal usaha sesuai PMK 72/2021,” ucap Kamrussamad kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (11/1).


Menurutnya, menteri yang mewacanakan perpanjangan masa jabatan presiden tak lain sebagai bentuk mencari pelampung di masa jabatan presiden. Bacaan Kamrussamad, suara menambah masa jabatan karena programnya yang belum tentu selesai hingga 2024.

"Fenomena menteri nyiapin “pelampung” periode kedua presiden tahun akhir masa jabatan presiden, memang biasanya mencari “exit strategi” agar bisa terselamatkan lagi di pemerintah berikutnya jika rezim berganti,” ucapnya.

Legislator dari Fraksi Partai Gerindra ini mengatakan, kementerian invetasi dan kepala BKPM merupakan produk turun dari UU Cipta Kerja yang sudah dinyatakan inkonstitusional bersyarat.

Ia menganalisa, dampak dari putusan MK terkait UU Cipta Kerja membuat para investor bersikap wait and see dalam merealisasikan investasinya.

Atas kondisi itu, Bahlil mencari perhatian Jokowi dengan menyuarakan Pemilu ditunda.

"Bicara mengatasnamakan pengusaha, karena itu kita minta daftar nama nama pengusaha yang minta Pemilu 2024 ditunda. Agar bisa diperiksa kontribusinya terhadap pembangunan melalui sejarah pembayaran pajaknya,” tutupnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya