Berita

Komisi Pemberantasan Korupsi/Net

Politik

Besok, Partai Prima Penuhi Undangan KPK untuk Lengkapi Bukti Dugaan Luhut Bisnis PCR

SENIN, 10 JANUARI 2022 | 22:25 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Dua bulan setelah pelaporan, Partai Rakyat Adil Makmur (Prima) akan kembali mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melengkapi bukti-bukti terkait dugaan bisnis PCR yang melibatkan Luhut Binsar Pandjaitan.

Wakil Ketua Umum Prima, Alif Kamal mengatakan, pihaknya telah dihubungi kembali oleh tim telaah laporan KPK dan dari Direktorat Pengaduan Masyarakat (Dumas) KPK untuk bertemu guna melengkapi bukti-bukti yang sebelumnya dinyatakan belum lengkap.

"Ini kelanjutan kedatangan kami tanggal 24 Desember kemarin yang tidak ketemu dengan tim telaah KPK. Besok, Selasa 11 Januari kami sudah janjian dengan tim telaah KPK terkait bisnis PCR ini," ujar Alif kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (10/1).


Setelah memberikan bukti-bukti tambahan yang dibutuhkan KPK, kata Alif, pihaknya berharap KPK bisa segera memanggil dan memeriksa pihak-pihak terkait.

"Besar harapan, setelah kedatangan Prima maka KPK akan segera memanggil dan memeriksa pihak-pihak terkait," harap Alif.

Alif mengaku akan datang ke Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan pada Selasa (11/1) sekitar pukul 10.00 WIB.

Prima sebelumnya melaporkan Luhut terkait dugaan bisnis PCR yang sempat menjadi perbincangan masyarakat ke KPK pada Kamis, 4 November 2021 lalu.

Sebulan setelah laporan itu, KPK telah memberikan respon dan meminta pelapor untuk melengkapi bukti-bukti yang lebih kuat terkait dugaan bisnis PCR.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya