Berita

Ibadah umrah selama pandemi Covid-19/Net

Nusantara

KSP: Pemerintah Optimalkan Upaya Pencegahan Kasus Impor Omicron dari Jamaah Umrah

SENIN, 10 JANUARI 2022 | 15:05 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Keputusan pemerintah untuk membuka kembali penyelenggaraan ibadah umrah perlu diiringi dengan pelaksanaan protokol kesehatan yang disiplin, khususnya di tengah penyebaran varian Omicron.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Abraham Wirotomo mengatakan risiko penularan Omicron dari pelaku perjalanan ibadah umrah dapat diminimalisir dengan implementasi karantina dan prokes yang disiplin.

Dengan karantina wajib selama tujuh hari, ia mengatakan, kemungkinan transmisi lokal menjadi hanya 0,01 hingga 1 persen.


"Jadi kuncinya ada pada disiplin pelaksanaan, baik dari sisi pemerintah maupun masyarakat yang menjalani karantina," kata Abraham di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta pada Senin (10/1).

Ia mengatakan, pemerintah sudah menyiapkan berbagai langkah untuk mencegah kasus impor Omicron dari para jamaah umrah, termasuk wajib karantina, peningkatan tracing atau pelacakan, dan prokes ketat.

Pemerintah juga mengoptimalkan sumber daya untuk mengendalikan penularan Omicron. Itu termasuk penambahan kapasitas karantina terpusat, distribusi obat, hingga penambahan kuota oksigen di seluruh negeri.

"KSP akan melakukan monitoring lapangan untuk memastikan semuanya berjalan sesuai arahan presiden," ujarnya.

Pembukaan kembali ibadah umrah awalnya direncanakan pada Desember 2021, tetapi ditunda lantaran penyebaran Omicron. Pemerintah akhirnya membuka kembali penyelenggaraan ibadah umrah pada Sabtu (8/1).

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya