Berita

Wakil Presiden Republik Indonesia, Maruf Amin memimpin rapat tentang Penuntasan Pemulihan Pascabencana Sulteng/Ist

Politik

Pimpin Rapat di Palu, Wapres Maruf Amin Minta Pembangunan Huntap Tondo 2 Dipercepat

KAMIS, 06 JANUARI 2022 | 12:45 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Sampai sejauh ini ada sekitar 3.000 korban bencana likuifaksi di Palu, Sulawesi Tengah, tahun 2018 lalu yang masih belum mendapatkan tempat hunian yang tetap. Sebagian mereka berada di Tondo 2.

Dalam rapat yang digelar di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Kamis siang (6/12), Wakil Presiden Maruf Amin menegaskan, persoalan ini perlu diselesaikan segera.

"Ini sudah lama. Perlu diselesaikan segera untuk menyelesaikan berbagai handycap," ujar Wapres Maruf Amin.


Hadir dalam rapat tersebut Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Suharyanto, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang Surya Tjandra, serta Guberbur Sulteng Rusdy Mastura dan pejabat-pejabat lain yang terkait.

Wapres mengatakan, dari informasi yang diterimanya, pembangunan hunian tetap Tondo 2 terkendala karena berbagai hal.

"Pertama, masalah klaim masyarakat. Kedua, rencana Walikota membangun kota satelit," ujar Wapres merinci.

Dia juga mengatakan, ada lokasi yang sudah disiapkan, namun letaknya agak jauh dari lokasi awal korban. Walaupun, sambung Wapres, Kementerian PUPR sudah siap membantu pembangunan infrastruktur jalan.

"Tapi terkendala oleh masyarakat yang tidak ingin dipindahkan karena mereka berprofesi sebagai nelayan," kata Wapres Maruf Amin lagi.

"Kalau memang di Tondo 2 bisa dibangun dan diatasi segera, itu lebih baik. Tapi kalau itu tidak mungkin, terpaksa seluruhnya dipindahkan ke Pombewe. Saya kira simple saja," demikian Wapres Maruf Amin saat membuka rapat.

Ponbewe sendiri jaraknya sekitar 22 kilometer dari Kota Palu dan memakan waktu sekitar satu jam perjalanan.
 
Saat laporan ini diturunkan, rapat masih berlangsung.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Jutaan Orang Tak Sadar Terkena Diabetes

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:17

Kejati Sumut Lepaskan Tersangka Penadahan Laptop

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:00

Sektor Energi Indonesia Siap Menggebrak Melalui Biodisel 50 Persen dan PLTN

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:35

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

Pasal Pembuka, Pasal Pengunci

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:21

Eggi Sudjana Perburuk Citra Aktivis Islam

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:19

Pratikno dan Jokowi Harus Dihadirkan di Sidang Sengketa Ijazah KIP

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:03

Dugaan Pengeluaran Barang Ilegal di Cileungsi Rugikan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:45

Eggi Sudjana Konsisten Meyakini Jokowi Tak Punya Ijazah Asli

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:15

Selengkapnya