Berita

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo memberikan bantuan kepada pedagang di Pasar Purwodadi, Jawa Tengah/Net

Politik

Jokowi Pamer Bagi Bantuan, Yos Nggarang: Bapak Tak Perlu Turun Langsung kalau Sembako Terjangkau

RABU, 05 JANUARI 2022 | 14:52 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Aksi 'blusukan' kembali dilakukan Presiden Joko Widodo kepada para pedagang di Pasar Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Rabu (5/1).

Dalam blusukan tersebut, Presiden Jokowi juga turut menyerahkan bantuan sembako dan bantuan tunai kepada para pedagang untuk tambahan modal.

"Tak lupa, saya mengingatkan mereka untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan. Jangan lupa pakai masker," kata Presiden Joko Widodo dikutip dari akun Twitternya.


Sontak, unggahan Kepala Negara tersebut langsung direspons warganet, tak terkecuali Sekretaris Jenderal Pergerakan Kedaulatan Rakyat (PKR), Yosef Sampurna Nggarang.

Menurut Yos, sapaan Yosef Nggarang, presiden tak perlu capek-capek turun ke lapangan dan membagikan bantuan jika kebijakan pemerinta tidak memberatkan masyarakat.

Beberapa kebijakan yang dianggap memberatkan masyarakat di antaranya kenaikan tarif listrik, tarif tol, hingga BPJS Kesehatan.

"Kalau saja TDL tidak naik, elpiji 3 kg terjangku, subsidi BBM tidak dihapus, BPJS tidak naik, tarif tol tidak naik agar biaya logisitik terjangkau tidak berdampak harga sembako naik, mengurangi impor. Bapak tidak perlu turun langsung bagi sembako dan harga yang terjangkau lebih besar nilainya daripada uang tunai yang dibagi," kritik Yos Nggarang.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

UPDATE

Andrie Yunus Binaan Soleman Ponto

Senin, 23 Maret 2026 | 04:10

Yaqut Berpeluang Pengaruhi Saksi saat Jadi Tahanan Rumah

Senin, 23 Maret 2026 | 04:06

Ada Skenario Guncang Prabowo Lewat Dana George Soros

Senin, 23 Maret 2026 | 03:49

Pimpinan KPK Didesak Buka Suara soal Tekanan Politik terkait Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 03:13

Prabowo Telepon Erdogan-MBS saat Idulfitri

Senin, 23 Maret 2026 | 03:05

Yaqut Jadi Tahanan Rumah Benar Secara Aturan, tapi Cederai Rasa Keadilan

Senin, 23 Maret 2026 | 02:18

Kaum Flagelata dan Ekstremisme Religius di Tengah Krisis Abad Pertengahan Eropa

Senin, 23 Maret 2026 | 02:08

Alasan KPK soal Pengalihan Penahanan Yaqut Janggal

Senin, 23 Maret 2026 | 02:00

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Sahroni Kritik Polisi Slow Response Tanggapi Laporan Warga

Senin, 23 Maret 2026 | 01:22

Selengkapnya