Berita

Pengungsi etnis Rohingya saat mengalami kerusakan kapal di Bireuen, Aceh/Repro

Politik

Indonesia Dipuji PBB atas Pendaratan Darurat Pengungsi Rohingya di Aceh

JUMAT, 31 DESEMBER 2021 | 14:52 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Indonesia dipuji Komisioner Tinggi Perserikatan Bangsa Bangsa untuk Pengungsian atau UNHCR atas izin pendaratan kapal berisi etnis Rohingya yang terombang-ambing di perairan Bireuen, Aceh.

Dalam kapal kayu itu, ada sebanyak 105 orang etnis Rohingya, yakni 8 pria, 50 wanita, dan 47 anak-anak. Kapal yang mereka tumpangi itu tidak dapat menuju ke tujuannya akibat mesin rusak.

“Kami sangat berterima kasih Indonesia dan masyarakatnya sekali lagi telah membuktikan semangat kemanusiaan dan menunjukkan tindakan penyelamatan jiwa harus selalu menjadi prioritas utama," kata Kepala Perwakilan UNHCR di Indonesia, Ann Maymann diberitakan Kantor Berita RMOLAceh, Jumat (31/12).


Maymann mengatakan, apa yang dilakukan masyarakat Indonesia adalah tindakan yang mulia dengan memfasilitasi pendaratan darurat bagi kapal yang sedang kesulitan.

"Memberikan bantuan kepada orang yang dalam kesulitan untuk mencegah kehilangan jiwa merupakan tindakan kemanusiaan yang sangat penting untuk dilakukan,” tutur Ann Maymann.

Menurut dia, Indonesia telah beberapa kali mengambil tindakan yang patut dijadikan contoh oleh negara lain setelah memberikan bantuan kemanusiaan dan penyelamatan jiwa bagi pengungsi Rohingya di kapal di Aceh pada tahun 2015, 2018, dan 2020.

"Serta yang terbaru, 81 pengungsi Rohingya diselamatkan di lepas pantai Aceh Timur pada bulan Juni 2021. Setelah pendaratan pengungsi, kondisi penerimaan yang aman dan manusiawi adalah hal yang juga sangat krusial," lanjutnya.

Ia mengatakan, staf UNHCR saat ini sudah berada di lapangan dan bekerja sama secara intensif dengan pemerintah, masyarakat setempat, badan PBB lainnya, serta mitra organisasi kemanusiaan untuk memastikan para pengungsi menerima perawatan dan bantuan.

"Termasuk juga pemeriksaan kesehatan Covid-19 yang sesuai dengan standar internasional dan protokol kesehatan publik," demikian Maymann.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

PLN Gercep Pulihkan Listrik Pascagempa NTT: Bukti Negara Hadir

Senin, 17 Agustus 2026 | 16:26

Peduli NTT, Pemkab Tuban Batalkan Pesta Kemerdekaan

Senin, 17 Agustus 2026 | 16:15

Tunda Agenda Internal, PDIP Fokus Bantu Korban Gempa NTT

Senin, 17 Agustus 2026 | 16:00

Ketika Emak-emak Mengamuk di Depan Kepala BGN

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:50

HUT RI Momentum Bangkit Bersama di Tengah Duka Gempa

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:49

Operasional Pelabuhan Marina Disetop Pangkas Pendapatan Daerah Rp11 Miliar

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:33

PKS Yakin Rakyat Aceh Konsisten Bersama NKRI

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:30

BI Luncurkan Kartu Kredit Indonesia, Bisa Dipakai via QRIS

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:27

Bitcoin Menguat Terimbas Sentimen Positif Pasar Kripto Global

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:19

HUT Ke-81 RI Diwarnai Duka Gempa NTT: Ada Kesedihan di Tengah Perayaan

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:17

Selengkapnya