Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Enam Nyawa Pasukan Nigeria dan Niger Melayang di Tangan ISIS

JUMAT, 31 DESEMBER 2021 | 11:32 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Teror ISIS kembali mencekam Afrika Barat. Sedikitnya enam tentara Nigeria dan Niger dilaporkan meregang nyawa di tangan militan ISWAP, atau ISIS di wilayah Afrika Barat.

Jurubicara Satuan Tugas Gabungan Multinasional (MTJF) Kolonel Muhammad Dole pada Kamis (30/12) mengatakan, pasukan Nigeria dan Niger menargetkan gerilyawan ISWAP di dekat lembah Danau Chad. Namun ISWAP melakukan perlawanan keras dengan serangan mortir dan alat peledak rakitan.

Dole mengatakan, selain enam pasukan yang meninggal, ada 16 tentara yang terluka. Sementara itu, 22 gerilyawan ISWAP meninggal dan 17 lainnya ditangkap. Truk senjata serta amunisi lainnya juga dihancurkan.


Lima tahun lalu, ISWAP memisahkan diri dari Boko Haram dan berjanji setia kepada ISIS. ISWAP telah memerangi pasukan dari Benin, Kamerun, Chad, Nigeria dan Niger di wilayah Danau Chad.

Wilayah di mana serangan terjadi adalah bagian dari negara bagian Borno di timur laut Nigeria, pusat pemberontakan Islam di mana sekitar 300 ribu orang tewas dan jutaan lainnya bergantung pada bantuan.

Gubernur Borno telah mengumumkan rencana untuk menutup semua kamp pengungsi internal di ibukota negara bagian Maiduguri pada akhir bulan ini, dengan alasan peningkatan keamanan dan penyerahan ribuan pejuang Boko Haram dalam beberapa bulan terakhir.

Namun serangan militan di seluruh Borno memicu ketakutan di antara ribuan orang terlantar tentang kembali ke rumah.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya